Jakarta – Polda Metro Jaya menegaskan penyelidikan terkait kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (ADP), masih berjalan dan belum dihentikan. Sejumlah poin yang dipersoalkan keluarga, termasuk soal sidik jari dan keberadaan perempuan berinisial V, masih terus didalami penyidik.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, dari tiga sidik jari yang sempat diumumkan, hanya satu yang berhasil teridentifikasi, sementara dua lainnya tidak dapat diuji karena kondisi media yang tidak mendukung. Ia menyebut sprei dan bantal bukan permukaan ideal untuk menghasilkan pola sidik jari.
Meski demikian, teknik pemeriksaan lain tetap dilakukan semaksimal mungkin. Budi memastikan setiap informasi baru akan digali, termasuk terkait dugaan akses akun media sosial almarhum yang akan ditelusuri dengan bantuan Meta.
Terkait sosok perempuan berinisial V yang disebut beberapa kali check-in hotel bersama Arya Daru, Budi menegaskan bahwa setiap langkah penyidikan harus dikomunikasikan terlebih dahulu dengan keluarga inti, yakni istri dan orang tua almarhum. Ia menyoroti pentingnya menjaga privasi dan tidak membuka hal sensitif sebelum keluarga siap menerimanya.
Penyidik saat ini menunggu kesiapan keluarga inti yang sempat berhalangan hadir karena alasan kesehatan. Pemeriksaan dapat dilakukan di Polda Metro Jaya atau dengan penyidik mendatangi keluarga, bergantung permintaan pihak keluarga.
Budi menegaskan komitmen Polda Metro Jaya untuk menuntaskan kasus ini hingga benar-benar terang-benderang.

