Bali – Panitia pelaksana masih mengupayakan agar suporter dapat menyaksikan langsung pertandingan semifinal dan final Piala Presiden 2026. Meski lokasi laga penentuan telah dipastikan, keputusan mengenai kehadiran penonton masih menunggu izin dari otoritas setempat.
Empat tim telah memastikan tiket ke babak semifinal, yakni Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan Arema FC. Pertandingan diprediksi berlangsung sengit karena mempertemukan sejumlah klub besar dengan rivalitas panjang.
Kehadiran Suporter Masih Menunggu Keputusan Otoritas
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa keputusan terkait kehadiran penonton bukan berada di bawah kewenangan panitia.
Menurutnya, izin sepenuhnya bergantung pada otoritas daerah tempat pertandingan digelar.
“Kehadiran penonton berada di luar kewenangan kami karena berkaitan dengan otoritas di daerah penyelenggara. Kami usahakan, kami perjuangkan, dan doakan,” ujar Maruarar.
Panitia berharap para suporter tetap bisa memberikan dukungan langsung di stadion demi menambah semarak pertandingan.
Jadwal Semifinal dan Final Piala Presiden 2026
Babak semifinal Piala Presiden 2026 dijadwalkan berlangsung pada 4 Agustus 2026.
Dua tim pemenang akan melaju ke partai final, sedangkan tim yang kalah akan bertanding memperebutkan peringkat ketiga.
Seluruh laga perebutan tempat ketiga dan final akan digelar pada 6 Agustus 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Adapun pertandingan semifinal mempertemukan:
- Persib Bandung vs Persija Jakarta
- Persebaya Surabaya vs Arema FC
Laga Persebaya melawan Arema FC diprediksi menjadi pertandingan paling menyita perhatian karena mempertemukan dua klub besar asal Jawa Timur yang memiliki rivalitas panjang.
Sementara itu, Arema FC melangkah ke semifinal setelah menyapu bersih dua pertandingan Grup A dengan kemenangan atas Tampines Rovers dan DPMM FC.
SC Tekankan Transparansi dan Fair Play
Selain membahas kehadiran suporter, Maruarar Sirait menegaskan bahwa penyelenggaraan Piala Presiden terus mengedepankan prinsip transparansi dan tata kelola yang profesional.
Menurutnya, pelaksanaan turnamen selama delapan edisi selalu diaudit secara independen sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.
Panitia juga memberikan perhatian terhadap pengelolaan lingkungan dengan mengurangi sampah selama turnamen serta memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyediaan area berjualan tanpa biaya.
Di sisi lain, hadiah turnamen juga terus ditingkatkan agar kompetisi semakin kompetitif dan mampu menghadirkan pertandingan yang berkualitas.
Panitia Terbuka Terhadap Kritik
Maruarar menegaskan bahwa panitia membuka ruang bagi kritik dan masukan dari masyarakat maupun insan sepak bola demi meningkatkan kualitas penyelenggaraan turnamen.
Ia juga berharap seluruh pertandingan dipimpin oleh wasit yang profesional, memahami regulasi pertandingan, serta mampu mengambil keputusan secara adil demi menjaga semangat fair play.
Selain itu, Piala Presiden diharapkan terus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sepak bola nasional dengan tetap melibatkan mantan pelatih dan mantan pemain Timnas Indonesia dalam berbagai aspek penyelenggaraan.
Dengan babak semifinal yang segera dimulai, perhatian pecinta sepak bola nasional kini tertuju pada persaingan empat tim terbaik yang akan memperebutkan tiket menuju final Piala Presiden 2026.

