Pesan Terakhir Peziarah India Sebelum Hilang Saat Banjir Bandang Nepal-Tibet

Diposting pada

Kathmandu – Pagi itu, Sudipto Bhattacharya masih sempat menerima pesan dari istrinya. Tak ada yang menyangka, rangkaian pesan singkat tersebut akan menjadi komunikasi terakhir sebelum sang istri dinyatakan hilang.

Dikutip dari BBC, Sabtu (29/8/2026), pada Rabu pagi, Subhrasree Chakraborty mengirimkan foto cap keberangkatan di paspornya kepada Sudipto pada pukul 07.57 waktu setempat atau 02.27 GMT. Proses imigrasi Nepal telah selesai.

Enam menit kemudian, tepat pukul 08.03, Subhrasree kembali mengirim pesan.

“Kami sedang menunggu untuk masuk ke China.”

Setelah itu, tak ada lagi pesan.

Subhrasree, 43 tahun, bersama rombongan sekitar 30 orang tengah menunggu untuk menyeberang ke Tibet. Mereka sedang menjalani perjalanan ziarah menuju Gunung Kailash, tempat suci dalam kepercayaan Hindu yang diyakini sebagai rumah Dewa Siwa.

Perjalanan tersebut telah lama menjadi impian Subhrasree.

Namun, kini dia termasuk di antara sedikitnya 290 warga India yang dilaporkan hilang setelah banjir bandang mematikan menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet. Banyak orang yang belum ditemukan merupakan peserta ziarah Gunung Kailash.

“Setelah pukul 08.03, apa yang terjadi? Kami tidak tahu apa-apa,” kata Sudipto.

Perjalanan yang Sudah Lama Dinantikan
Subhrasree berangkat tanpa keluarganya. Ia bergabung dengan rombongan sekitar 30 orang untuk mewujudkan perjalanan yang telah lama dinantikannya.