Liputan6.com, Jakarta – Eks Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin sempat menyampaikan pesan terakhir sebelum meninggal dunia. Pesan tersebut ditujukan untuk keluarganya, khususnya anak-anak dan menantunya.
Putra sulung Alex Noerdin, Dodi Reza mengungkapkan, sang ayah berpesan agar mereka menjaga sang ibu, Eliza, dengan penuh kasih sayang dan kehangatan.
“Pesan terakhir, jaga mama,” ungkap Dodi Reza sembari merangkul ibunya.
Jenazah Alex Noerdin dimakamkan hari ini, Kamis (26/2/2026), di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kebun Bunga Palembang. Tak sedikit warga ikut mengantarkan Alex Noerdin ke peristirahatan terakhir.
Prosesi pemakaman Alex Noerdin berjalan lancar. Kedua anak dan menantunya juga turut hadir mendampingi sang ibu yang begitu terpukul kehilangan suaminya. Air mata terus mengalir di sudut mata Eliza.
Banyak Warga Antar Jenazah Alex Noerdin ke Peristirahatan Terakhir
Setelah proses pemakaman usai, Dodi Reza menuntun ibunya menuju ke mobil untuk pulang ke rumah duka. Dengan wajah yang masih dibalut kesedihan, Dodi Reza dan ibunya menyempatkan diri bertemu dengan awak media.
Eks Bupati Musi Banyuasin Sumsel ini tidak menyangka jika para pelayat baik di rumah duka maupun di pemakaman akan membludak, baik dari kalangan pejabat hingga masyarakat luas.
“Kami bersyukur, terharu dan tidak menyangka (akan seramai ini). Alhamdulillah semua orang mendapat hal-hal baik yang menjadi amal jariyah beliau. Terima kasih dan Insya Allah bapak tenang di sana. Seumur hidup saya, bapak orangnya baik,” katanya.
Herman Deru Melayat ke Rumah Duka
Gubernur Sumsel Herman Deru sempat melayat ke rumah duka di Jalan Merdeka Palembang sebelum jenazah Alex Noerdin dimakamkan. Herman Deru menerima secara kedinasan jenazah Gubernur Sumsel periode 2008-2018 itu.
Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan ucapan duka dan merasa kehilangan sosok pemimpin yang sudah berdedikasi penuh pada pembangunan Sumsel.
“Kita semua merasa kehilangan, almarhum telah memberikan pengabdian terbaik khususnya untuk Sumsel. Marilah kita memaafkan segala kekhilafan dan kesalahan beliau, baik dalam pergaulan kedinasan dan kehidupan bermasyarakat. Sebagai manusia, tentu almarhum tak pulut dari kekeliruan,” ujarnya.

