Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berhasil mempertahankan luas tutupan hutan hujan tropis hingga 62 persen dari total luas daratan.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa hutan tetap dapat bertahan di tengah masifnya kegiatan yang banyak mengambil sumber daya alam sebagai bahan mentah, salah satunya melalui industri ekstraktif.Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan Kaltim Susilo Pranoto mengungkapkan, tutupan hutan dijaga berasaskan pada standar nasional, yakni 30 persen.
“Total luas wilayah Kaltim itu sekitar 12,69 juta hektare dan kami konsisten menjaga tutupan hutan jauh di atas standar nasional yang minimal 30 persen,” kata Susilo, mengutip Antara, Selasa (20/1/2026).
Ia juga mengatakan, pemerintah berkomitmen dalam menjaga ekologi yang ada di wilayah Kaltim. Kondisi hutan, kata Susilo, memiliki sebaran yang berkualitas dan masih sangat terjaga di berbagai kabupaten.
Hal tersebut dapat dilihat pada wilayah Kabupaten Mahakam Ulu yang tercatat sebagai konservasi terbaik, dengan persentase tutupan hutan primer dan sekunder yang mencapai angka 80 persen.
“Selanjutnya, terdapat wilayah lain yang memiliki aktivitas industri padat seperti Kutai Barat dan Kutai Kartanegara, tapi masih mampu mempertahankan tutupan hutan di kisaran 50 persen berkat pengawasan yang ketat,” ucap Susilo.
Berdasarkan data dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur www.kaltimprov.go.id, pada tahun 2024, persentase deforestasi hutan Kaltim tergolong sangat kecil, yakni sekitar 0,15 – 0,35 persen dari total luas wilayah.
Angka ini menunjukkan tutupan lahan di wilayah Kaltim lebih besar daripada angka deforestasi kawasan hutan.

