Jakarta – Sudah lebih dari sepekan pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda dilakukan. Waktu terus berlalu. Namun keberadaan mereka hingga kini belum diketahui.
Rombongan jurnalis tersebut berangkat dari kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menumpangi speedboat Arupadhatu 1 dengan tujuan memotret aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sekitar pukul 18.13 WIB, kru speedboat sempat mengabari rekannya bahwa kondisi mereka aman. Mereka juga mengirimkan foto aktivitas Gunung Anak Krakatau. Namun, beberapa menit kemudian, komunikasi dengan rombongan terputus.
Sejak saat itu, pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal di dalam speedboat terus dilakukan. Lima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas (28) dari ANTARA, Ari Basuki (52) dari Merdeka.com, Yudhis (43) dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, serta Donal (51), jurnalis lepas.
Sementara tiga awak kapal adalah Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.
Berbagai upaya dilakukan untuk menemukan mereka. Mulai dari pencarian di permukaan laut hingga penyisiran sejumlah wilayah yang diperkirakan berkaitan dengan jalur perjalanan.
Pada hari-hari awal, pencarian difokuskan di sekitar jalur perjalanan rombongan menuju Gunung Anak Krakatau. Tim menyisir perairan dari arah Carita hingga kawasan sekitar Anak Krakatau, termasuk sejumlah pulau di sekitarnya.
Tim pencarian dibagi lima kelompok atau Search and Rescue Unit (Sru). Sru pertama menggunakan KN SAR Tetuka, dengan area jangkauan 68 NM.
Sru kedua menggunakan kapal KAL Anyer, milik TNI AL, jarak pencarian 69 NM. Sru ketiga berasal dari Basarnas Lampung, menggunakan RIB 01 dan 03, dengan luas pencarian 67 NM.

