Liputan6.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan dukungannya terhadap langkah penangkapan ikan sapu-sapu yang dilakukan jajaran Pemerintah Kota Jakarta Pusat bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus melindungi masyarakat dari potensi risiko kesehatan.
“Jadi sekali lagi apa yang dilakukan oleh PPSU dan Wali Kota Jakarta Pusat kemarin, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan apresiasi,” kata Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4).
Pramono mengungkapkan, dirinya mengikuti langsung kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu yang dilakukan di kawasan pusat ibu kota, tepatnya di sekitar Grand Hyatt dan Plaza Indonesia.
Aksi tersebut melibatkan Wali Kota Jakarta Pusat bersama petugas PPSU. Menurutnya, ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang berasal dari Amerika Selatan dan memiliki daya tahan hidup yang sangat tinggi.
Ikan ini dikenal mampu bertahan di berbagai kondisi lingkungan dan memakan hampir segala jenis material di sekitarnya.
“Memang ikan ini migrasi dari Amerika Selatan. Daya tahan tubuhnya luar biasa, dia bisa hidup dengan makan apa saja,” ujarnya.
Namun, kemampuan ikan tersebut untuk memakan berbagai jenis bahan justru menjadi perhatian serius. Kondisi itu berpotensi membuat daging ikan sapu-sapu terkontaminasi zat berbahaya, sehingga tidak aman untuk dikonsumsi masyarakat.
“Karena dia bisa makan apa saja, tentunya juga berbahaya. Dagingnya pasti mengandung kontaminasi dengan zat-zat yang berbahaya,” jelas Pramono.
Selain berdampak pada kesehatan, keberadaan ikan sapu-sapu juga dinilai mengancam kelestarian ekosistem perairan lokal.
Menurut dia, jika populasi ikan tersebut tidak dikendalikan, maka akan mengganggu keberadaan ikan-ikan asli seperti ikan wader dan spesies lainnya.
“Kalau dibiarkan, ikan-ikan yang lain akan hilang. Wader dan sebagainya pasti akan hilang,” katanya.
Atas dasar itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung langkah penanganan yang dilakukan secara masif untuk mengurangi populasi ikan sapu-sapu di perairan ibu kota.
Langkah ini dianggap sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus melindungi biodiversitas lokal.

