Site icon Info Bet Gratis – Main Zeus Gacor

PDIP Minta Kader di Malang Rutin Sentuh Akar Rumput

Jakarta – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mendorong seluruh struktur partai di Kabupaten Malang memperkuat konsolidasi internal dan menyatukan langkah menghadapi kontestasi politik mendatang. Dia juga menegaskan pentingnya PDIP untuk lebih dekat dengan masyarakat sekitar.

Arahan tersebut disampaikan Said saat menghadiri kegiatan konsolidasi internal dan bakti sosial DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Jumat (9/10/2026). Kegiatan itu dihadiri jajaran pengurus partai mulai dari tingkat DPC, PAC, hingga ranting.

Said menekankan konsolidasi bukan sekadar agenda organisasi, melainkan upaya membangun kesamaan visi dan gerak seluruh kader. Soliditas tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi partai dalam menghadapi Pemilu 2029.

“Konsolidasi itu arahnya satu, yaitu menyolidkan barisan sendiri, barisan internal. Satu kata, satu gerak, satu langkah, satu nyawa, satu roh, dan satu hati untuk memenangkan PDI Perjuangan pada 2029,” kata Said.

Pada acara ini, PDI Perjuangan juga turut membagikan bantuan sosial kepada 300 penerima manfaat. Selain itu, ada juga santunan pada anak 20 anak yatim. Pada kesempatan itu, jajaran pengurus partai, hingga Pengurus Anak Cabang (PAC), juga mendapat bantuan sosial.

Said Abdullah Soroti Pentingnya Kader PDIP Jadi Kepala Daerah
Said menegaskan target PDI Perjuangan tidak hanya memenangkan pemilihan legislatif, tetapi juga menempatkan kader sendiri pada jabatan kepala daerah. Menurut dia, partai perlu memperkuat upaya agar kader internal memiliki kesempatan memimpin Kabupaten Malang.

“Menang pemilu legislatif, ya. Namun, kita juga punya kewajiban untuk memiliki bupati dari kader sendiri. Kita sudah lelah hanya mendukung dan mencalonkan bupati yang bukan kader sendiri. Hal itu tidak banyak gunanya bagi partai,” ujar dia.

Dia juga menyoroti Kabupaten Malang yang hingga saat ini belum memiliki bupati dari kader PDI Perjuangan. Kondisi tersebut, menurut Said, perlu menjadi perhatian seluruh jajaran partai sejak dini.

“Alhamdulillah, saat ini Kabupaten Malang belum memiliki bupati dari kader sendiri. Ini penting saya sampaikan supaya mulai sekarang DPD dan seluruh jajaran mulai bergerak,” kata Said.

Bukan hanya pada level Kabupaten Malang, Said juga menyoroti posisi Gubernur Jawa Timur yang tidak diisi oleh kader Partai Banteng tersebut. Dia berharap PDI Perjuangan bisa memajukan calon sendiri pada pemilu yang akan datang.

“Saat ini kita punya Mas Eri (Cahyadi) di Surabaya. Lalu, ada Ipuk Fiestiandani (Bupati Banyuwangi) Dito (Hanindhito Himawan (Bupati Kab. Kediri), Mochammad Nur Arifin (Bupati Trenggalek). Kalau sekarang yang paling populer Mas Eri, mungkin rezekinya beliau,” kata dia.

Kader Diminta Dekat dengan Masyarakat
Selain memperkuat organisasi dan menyiapkan kader untuk kontestasi politik, Said mengingatkan pentingnya membangun kedekatan dengan masyarakat. Dia menilai perhatian sederhana, seperti menyapa warga, dapat menjadi bentuk penghargaan yang bermakna.

“Tidak ada cara lain. Bahkan, ketika bertemu dengan kita, rakyat belum tentu membutuhkan bantuan. Disapa saja, rakyat sudah senang karena merasa dihargai,” tutur dia.

Said menegaskan rakyat merupakan pemilik kehormatan dan kedaulatan yang sesungguhnya. Karena itu, seluruh kader yang memperoleh amanah melalui lembaga perwakilan harus menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas.

“Sebab, pemilik kehormatan dan kedaulatan yang sesungguhnya adalah rakyat, bukan anggota DPRD, bukan anggota DPRD Provinsi, dan bukan anggota DPRD Kabupaten,” tandasnya.warganet88

Exit mobile version