Liputan6.com, Jakarta – Akademisi yang juga Guru Besar Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang dinilai telah direncanakan secara matang.
Albertus menilai keberhasilan operasi tersebut tidak lepas dari kemampuan Korlantas Polri dalam mengerahkan berbagai sumber daya. Ia menegaskan bahwa sumber daya yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan anggaran, tetapi juga mencakup kualitas sumber daya manusia serta pemanfaatan teknologi.
“Apresiasi kita kepada Korlantas karena mampu mengerahkan sumber daya, bukan hanya anggaran, tetapi juga manusianya dan teknologinya,” ujar Albertus, Minggu (12/4/2026).
Sebagai akademisi yang memiliki kajian khusus di bidang lalu lintas, ia melihat kekuatan utama Operasi Ketupat 2026 terletak pada aspek perencanaan.
Menurutnya, perencanaan yang dilakukan tidak sekadar berbasis prosedur atau cara bertindak (CB), melainkan telah menggunakan pendekatan akademik yang lebih ilmiah.
Perencanaannya tidak sekadar CB, tetapi menggunakan tools akademik, yaitu pendekatan prediktif dengan analisa yang scientific. Di era sekarang, teknologi sangat mendukung hal tersebut,” ucap Albertus.

