New START Berakhir, PBB Peringatkan Dunia di Ambang Bahaya Nuklir

Diposting pada

Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan dunia soal berakhirnya perjanjian New START antara AS dan Rusia pada 4 Februari, yang selama ini membatasi jumlah hulu ledak nuklir kedua negara. Menurut Guterres, ini adalah momen paling genting dalam beberapa dekade terakhir, dengan risiko penggunaan senjata nuklir mencapai level tertinggi.

NATO juga menyoroti bahaya retorika nuklir Rusia dan menyerukan tanggung jawab semua pihak. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mendorong perjanjian nuklir baru, lebih modern, dan melibatkan China, yang menolak karena kapasitas nuklirnya jauh di bawah AS dan Rusia.

Rusia justru ingin memperpanjang New START, tetapi menolak inspeksi persenjataan nuklir setelah hubungan dengan AS memburuk, menyatakan tidak lagi terikat pada pembatasan hulu ledak nuklir.

Situasi ini memicu kekhawatiran global soal stabilitas keamanan dunia dan potensi perlombaan senjata nuklir baru.