Jakarta – PT MRT Jakarta memastikan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas akan mengutamakan aksesibilitas bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Berbagai fasilitas pendukung seperti lift, eskalator, jalur landai (ramp), hingga ubin pemandu (tactile paving) akan disediakan untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna.
Selain meningkatkan konektivitas kawasan, pedestrian deck ini juga dirancang untuk terintegrasi dengan sejumlah gedung perkantoran di sekitar Dukuh Atas sebagai bagian dari pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD).
Pedestrian Deck Dukuh Atas Dilengkapi Fasilitas Ramah Difabel
Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta, Agus Trihan, mengatakan bahwa aspek aksesibilitas menjadi prioritas utama dalam perancangan proyek tersebut. Mengingat posisi pedestrian deck berada di atas permukaan jalan, seluruh fasilitas dirancang agar mudah diakses oleh semua kalangan.
Fasilitas yang akan tersedia meliputi:
- Lift pada setiap akses masuk.
- Eskalator untuk memudahkan mobilitas pengguna.
- Jalur landai (ramp) bagi pengguna kursi roda.
- Ubin pemandu (tactile paving) bagi penyandang tunanetra.
Menurut Agus, penyediaan fasilitas tersebut merupakan bentuk komitmen MRT Jakarta dalam menghadirkan transportasi publik yang inklusif.
“Kami sangat berkomitmen pada aksesibilitas difabel. Mengingat dek ini cukup tinggi, kami menyediakan eskalator penuh untuk kenyamanan semua orang,” ujar Agus dalam rangkaian MRTJ Fellowship Program 2026 di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Proyek Masuk Tahap Tender, Target Selesai Akhir 2027
MRT Jakarta mengungkapkan bahwa proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas saat ini telah memasuki tahap tender kontraktor setelah proses penyusunan basic design atau desain dasar selesai.
Apabila proses berjalan sesuai rencana, kontraktor ditargetkan mulai bekerja pada November 2026, sementara penyelesaian proyek diharapkan dapat tercapai pada akhir tahun 2027.
Keberadaan pedestrian deck ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pejalan kaki sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda transportasi di kawasan Dukuh Atas.
Akan Terhubung dengan Gedung Perkantoran
Selain menghubungkan area transportasi publik, MRT Jakarta juga membuka peluang integrasi langsung dengan berbagai gedung di sekitar kawasan, termasuk Landmark dan Wisma BNI.
Koordinasi dengan para pemilik gedung telah dilakukan sejak tahap awal penyusunan desain. Pemilik aset diberikan kesempatan untuk membangun akses langsung menuju pedestrian deck melalui jembatan penghubung maupun koridor pejalan kaki tambahan.
TOD Planning Department Head MRT Jakarta, Sagita Devi, mengatakan para pemilik aset menyambut baik rencana tersebut.
Menurutnya, integrasi ini akan semakin mempermudah mobilitas masyarakat yang bekerja maupun beraktivitas di kawasan Dukuh Atas.
Kapasitas Parkir Dinilai Masih Memadai
MRT Jakarta juga telah melakukan kajian terhadap kapasitas parkir di gedung-gedung sekitar kawasan Dukuh Atas.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kapasitas parkir yang tersedia masih dinilai cukup untuk mendukung peningkatan aktivitas masyarakat setelah pedestrian deck beroperasi.
Dengan berbagai fasilitas yang disiapkan, Pedestrian Deck Dukuh Atas diharapkan menjadi salah satu infrastruktur pendukung transportasi modern yang aman, nyaman, inklusif, serta memperkuat integrasi kawasan pusat bisnis Jakarta.

