Liputan6.com, Jakarta – Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kecil dengan diameter kurang dari lima milimeter (sekitar 0,2 inci). Partikel ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu mikroplastik primer dan sekunder.
Mikroplastik primer berasal dari partikel kecil maupun serat mikro yang dilepaskan oleh berbagai produk komersial, seperti kosmetik, pakaian, tekstil, serta jaring ikan.
Sementara itu, mikroplastik sekunder yang jumlahnya paling dominan terbentuk dari pecahan benda plastik berukuran lebih besar, misalnya botol air minum. Proses penguraian tersebut terjadi akibat paparan faktor lingkungan, seperti radiasi sinar matahari dan hempasan gelombang laut.
Partikel mikroplastik telah bersembunyi hampir di setiap sudut lingkungan, mulai dari udara, tanah, hingga perairan. Air minum, laut, perairan tawar, bahkan kawasan kutub pun tercatat mengandung partikel berbahaya ini dalam konsentrasi yang cukup tinggi.
Beberapa temuan yang disoroti menurut laporan dari laman earth.org meliputi keberadaan mikroplastik dalam air minum, perairan laut, ekosistem air tawar, hingga di wilayah kutub.










