Menko AHY Beberkan Progres Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

Diposting pada

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap progres pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Menurutnya, proses pemulihan saat ini telah memasuki fase percepatan rekonstruksi.

Hal ini disampaikan AHY di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang digelar di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan menjadi prioritas utama guna mempercepat kembalinya aktivitas masyarakat.

“Setelah tanggap darurat bencana, tentunya yang terdepan adalah urusan reskonstruksi. Artinya, infrastruktur akan sangat dominan,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Ia menekankan pentingnya pengerahan alat berat lebih cepat ke titik paling prioritas untuk mempercepat pekerjaan konstruksi.

AHY juga memberikan apresiasi Danantara yang telah berkontribusi signifikan dalam penanganan perumahan dan penyediaan sumber daya air bagi warga. Menurutnya, ketersediaan air bersih berpengaruh besar terhadap pencegahan penyakit pascabencana.

Ia mengatakan bahwa progres pemulihan telah terlihat, termasuk perbaikan kondisi wilayah terdampak yang dinilai jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Kami berharap kerja sama lintas kementerian semakin baik dan ketat agar progresnya bisa terus terlihat,” ujarnya.

Alasan Tak Tetapkan Longsor dan Banjir Sumatera Bencana Nasional

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto merespons pertanyaan dan desakan publik yang mempertanyakan sekaligus meminta musibah di Sumatera ditetapkan status bencana nasional.

Prabowo memberi penjelasan saat rapat terbuka usai meninjau hunian untuk korban bencana di Aceh Tamiang yang dibangun oleh Danantara.

“Jadi saudara-saudara, masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional? Ya masalahnya adalah kita punya 38 provinsi. Masalah ini berdampak di 3 provinsi. Masih ada 35 provinsi lain. Jadi kalau sementara kita, 3 provinsi ini kita sebagai bangsa, sebagai negara kita mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional,” kata Prabowo seperti dikutip dari siaran daring kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (1/1/2025).

Meski demikian, Prabowo menegaskan, bukan berarti tidak adanya status menandakan bantuan diberikan belum maksimal. Kepala Negara menjamin, yang dilakukan pemerintah saat ini sudah sangat all out untuk menanggulangi situasi pasca bencana.

“Nyatanya dari seluruh kabinet hari ini ada berapa menteri di sini? Dua menteri sedang di Aceh Utara. Sepuluh menteri sedang di Aceh sekarang. Ada beberapa menteri lagi yang sedang di tempat lain? Dan juga kita masih hadapi beberapa lagi kabupaten di beberapa provinsi lain yang juga ada masalah,” beber Prabowo.

Menyikapi Bencana dengan Serius

Presiden menegaskan sikapnya untuk menyikapi bencana Sumatera dengan serius dan sekuat tenaga.

“Jadi saudara-saudara, kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu. Kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi ini,” tutupnya.