Liputan6.com, Jakarta – Suasana Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, mulai terasa berbeda memasuki arus mudik Lebaran 2026. Di antara riuh penumpang yang datang dan pergi, sebuah fasilitas sederhana justru menjadi incaran, penginapan murah di dalam terminal.
Bagi sebagian pemudik, perjalanan pulang ke kampung halaman bukan sekadar soal naik bus. Ada yang harus menunggu berjam-jam, bahkan semalaman. Di situlah penginapan transit ini menjadi tempat singgah yang berarti.
“Alhamdulillah, ramai yang menginap di fasilitas penginapan di Terminal Terpadu Pulo Gebang menjelang Lebaran tahun ini,” kata Kepala Terminal Terpadu Pulo Gebang, Christianto, Selasa (17/3/2026).
Dengan tarif yang sangat terjangkau, penginapan ini menjadi solusi praktis bagi penumpang yang membutuhkan tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Dari total 25 kamar yang tersedia, hampir seluruhnya telah terisi.
“Tersisa lima kamar yang masih kosong, karena 20 kamar sudah terisi semua oleh pemudik,” ujarnya.
Mayoritas pengguna fasilitas ini adalah penumpang yang sedang transit. Ada yang menunggu jadwal bus berikutnya, ada pula yang tiba larut malam dan memilih beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya.
“Biasanya, yang menginap itu karena transit, menunggu bus berikutnya, atau datang tengah malam, lalu menunggu pagi untuk melanjutkan perjalanan,” jelas Christianto.










