Liputan6.com, Jakarta – Di sebuah gang sempit di Gandaria Utara, Jakarta Selatan, warga sudah sibuk dengan dengan aktivitasnya sedari pagi. Sebagian warga ada yang memanaskan motor, menyapu halaman dan menyiapkan dagangannya. Di sudut lain, ada beberapa warga yang memilih untuk bersantai sambil menikmati kopi.
Rumah-rumah yang cenderung berdempetan justru memberikan kesan kehangatan. Tanpa perlu nada tinggi, sapaan warga terlihat mengalir begitu saja, hingga menciptakan suasana cair dengan penuh keakraban.
Dinding-dinding rumah di gang sempit itu dipenuhi mural warna-warni karya anak-anak kampung sini (akamsi). Lingkungan tertata rapi dan enak dipandang. Kolam-kolam kecil berisi ikan dengan air mengalir menambah sejuk suasana.
Mural-mural ini dapat dilihat sejak pertama kali masuk ke kawasan. Di salah satu gerbang misalnya, terlihat sebuah lukisan wayang hasil karya warga sekitar. Beragam lukisan ini bukan hanya mempercantik lingkungan saja, tapi menjadi identitas kebersamaan bagi warga RT 11.
Meski mereka tinggal di gang sempit sekitar kawasan elite Jaksel, warga merasakan tinggal dengan nyaman dan aman. Selain lingkungan yang didesain cantik, warga RT 11 kini merasa lebih tenang lantaran memiliki fasilitas pengamanan canggih.
Di antara deretan mural tersebut, tampak ada sebuah alat yang menjadi pembeda. Bentuknya kotak kecil, lengkap dengan tombol-tombol. Ini bukan sembarang kotak, melainkan alat untuk mencegah tindak kejahatan masuk ke lingkungan warga.
Perangkat tersebut merupakan alat pindai kartu dalam sistem smart gate, sebuah inovasi warga RT 11 untuk meningkatkan keamanan lingkunngan. Pemasangan teknologi canggih itu penanda tinggal di ruang sempit, bukan berarti membatasi warga untuk berinovasi.

