Liputan6.com, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB) di Purwakarta, Jawa Barat. Proyek ini disebut sebagai prototipe nasional untuk penyediaan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari implementasi program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memperluas akses kepemilikan rumah, meningkatkan kualitas hidup, sekaligus mendorong mobilitas sosial masyarakat.
“Ini adalah terobosan yang sangat penting. Hunian berkualitas dengan harga terjangkau seperti ini adalah kunci untuk membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat luas. Ini bukan hanya tentang rumah, tetapi tentang masa depan dan martabat,” ujar Maruarar Sirait, Rabu (15/4/2026).
Proyek HWB Purwakarta menawarkan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan rumah subsidi pada umumnya. Unit satu kamar tidur dipasarkan mulai Rp 98 juta, sementara dua kamar tidur mulai Rp 115 juta. Harga ini berada di bawah skema FLPP yang umumnya berada di atas Rp 160 juta.
Tak hanya terjangkau, kawasan ini juga dirancang sebagai hunian terpadu dengan infrastruktur lengkap untuk menunjang kenyamanan penghuninya.

