Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa menilai timnya dirugikan wasit saat ditahan Real Betis 1-1 dalam lanjutan Liga Spanyol. Ia menyoroti dua kejadian yang harusnya bisa dilihat berbeda oleh sang pengadil.
Bertamu ke Sevilla, Sabtu (25/4/2026) dini hari WIB, Vinicius Junior membawa Madrid unggul di menit ke-17 usai menyambar bola liar hasil tepisan kiper Álvaro Valles yang sebelumnya menepis tembakan jarak jauh Federico Valverde.
Namun Betis memastikan Madrid hanya membawa pulang satu poin usai Hector Bellerin menyamakan skor di menit ke-94. Hasil ini membuat kans juara Madrid menipis. Jika Barcelona menekuk Getafe nanti malam, jarak poin kedua tim akan melebar hingga 11 poin.
Usai laga, Arbeloa menyoroti dua hal. Pertama yaitu tembakan Brahim Diaz yang mengenai lengan bek Betis Ricardo Rodriguez di kotak penalti Betis. Wasit Cesar Soto tak menganggap aksi itu pantas diganjar penalti.
Lalu yang kedua proses terciptanya gol Bellerin. Diduga ada pelanggaran Antony terhadap Ferland Mendy lebih dulu, yang berujung Betis mengambil penguasaan bola, menyerang gawang Madrid, dan mencetak gol. Arbeloa heran wasit diam saja.
Kontroversi laga ini tak hanya di sana. Beberapa menit sebelum terjadinya gol Bellerin, Antony juga sempat terjatuh di kotak penalti Madrid usai dihambat oleh Mendy, namun wasit tak memberi hukuman.
Madrid kini duduk di urutan kedua klasemen dengan 74 poin dari 33 laga, tertinggal delapan poin dari Barca yang baru bermain 32 kali. Betis ada di urutan lima dengan 50 poin, dan masih berpeluang lolos ke Liga Champions musim depan.










