Lewat Eco-vation Day, Pertamina Ajak Pelajar Papua Berinovasi Jaga Lingkungan

Diposting pada

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) membangunkan kesadaran betapa pentingnya menjaga lingkungan dan keberlanjutan masa depan bagi siswa SMP melalui program Eco-Vation Day.

Eko-Vaction Day adalah upaya kami untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda, dan menanamkan semangat menjaga lingkungan sejak dini,” ujar Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa PHE, Pinto Budi Laksono, dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2026).

Melalui program Employee Volunteerism Eco-Vaction Day yang digelar PHE, Pinto Budi mengatakan, anak-anak diajak bercerita, bertanya, dan mencoba memahami dunia di sekitar mereka dengan mengenal lingkungan, serta keberlanjutan masa depan dengan suasana hangan dan menyenangkan.

“Salah satu sekolah yang ditargetkan oleh Pertamina adalah SMPN 7 Cirebon yang berlokasi di Desa Kecapi,” ucap dia.

“Sekolah tersebut merupakan sekolah binaan dari Pertamna Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang sedang mengembangkan ekosistem sekolah berwawasan lingkungan melalui program Adwiyata,” sambung Pintu Budi.

Dia menjelaskan, sekolah ini telah memanfaatkan energi terbarukan lewat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai bagian dari upaya mendukung efisiensi operasional sekolah dan juga menanamkan nilai keberlanjutan kepada peserta didik, berkat dukungan PHE.

Dorong Siswa Papua Berperan Aktif Jaga Kelestarian Alam

Dalam kegiatan ini, sukarelawan Perwira PHE menghadiri sebagai narasumber sosialisasi dan edukasi, dengan menyampaikan materi dengan membahas industri hulu migas, serta dengan tema keberlanjutan yang disesuaikan degan karakter dan kebutuhan belajar.

Dalam kegiatan ini, Pinto berharap kepada siswa agar memperoleh dukungan, motivasi, serta edukassi untuk meningkatkan pemahaman dalam literasi lingkungan dan keberlanjutan.

Selain memperluas pengetahuan akademik dan non-akademik, anak-anak tersebut juga mendapatkan wawasan mengenai industri hulu migas serta program CSR nya yang berada di sekitar lingkungan mereka, serta juga penguatan karakter melalui pengembangan soft skill.

“Kami percaya, perubahan besar berawal dari ruang-ruang kecil seperti kelas ini. Saat Perwira duduk bersama siswa, mendengar cerita mereka, dan berbagai pengalaman, di situlah nilai kepedulian dan keberlanjutan mulai tumbuh,” tutup Pinto.