Site icon Info Bet Gratis – Main Zeus Gacor

Laporan BNPB, Kebakaran Hutan hingga Banjir Melanda Indonesia

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan laporan terkini mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta sejumlah kejadian bencana lainnya pada periode Senin (12/10/2026) hingga Selasa (13/10/2026).

Selain karhutla, kekeringan dan banjir juga masih menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah pada periode tersebut.

“Adapun laporan peristiwa yang pertama, karhutla terjadi di Desa Taraitak, Kecamatan Langowan Utara serta Desa Karor, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dikutip Liputan6.com dari laman resmi BNPB, Selasa (13/10/2026).

Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Minahasa, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 25 hektare. Rinciannya, 10 hektare di Desa Taraitak dan 15 hektare lahan perkebunan cengkeh serta kelapa di Desa Karor.

Berton mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Minahasa bersama tim gabungan melakukan penanganan menggunakan mobil pemadam kebakaran. Hingga Senin (12/10/2026), api berhasil dipadamkan.

“Peristiwa serupa dilaporkan terjadi di Jalan Malaja 2, Kelurahan Surutanga, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, Senin 12 Oktober 2026,” kata Berton.

Kebakaran Lahan di Sejumlah WilayahBerton menyampaikan, BPBD Kota Palopo melaporkan sekitar satu hektare lahan terbakar. BPBD berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama pukul 14.40 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Masih di Sulawesi Selatan, kebakaran lahan juga terjadi di Dusun Urung, Desa Sipatuo, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang pada Senin 12 Oktober 2026 pukul 13.45 WITA,” kata dia.

Berton mengatakan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare. TRC BPBD Kabupaten Pinrang bersama petugas pemadam kebakaran dan masyarakat setempat melakukan pemadaman menggunakan satu unit mobil tangki air. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

“Kebakaran lahan yang berikutnya terjadi di Kelurahan Saran Matallo, Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Senin 12 Oktober 2026 sekitar pukul 21.00 WITA,” kata Berton.

Menurut dia, kejadian tersebut mengakibatkan sekitar dua hektare lahan terbakar. BPBD Kabupaten Toraja Utara bersama satuan tugas gabungan melakukan pemadaman darat.

“Api berhasil dipadamkan pada Selasa (13/10/2026) pukul 02.00 WITA. Penyebab kejadian masih dalam proses penyelidikan,” terang Berton.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Senin (12/10/2026).

“Laporan kejadian diterima Pos Pemadam Kebakaran Ngoro pada pukul 10.37 WIB setelah seorang warga melaporkan terjadi kebakaran lahan di Desa Ngampungan,” ucap Berton.

Menurut dia, Pos Damkar Ngoro mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran beserta personel untuk melakukan pemadaman dan pembasahan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai dua hektare. Api berhasil dipadamkan pada pukul 12.00 WIB.

Sejumlah Wilayah KekeringanSelain karhutla, kekeringan melanda Kabupaten Subang, Jawa Barat, akibat tidak turunnya hujan dalam waktu lama sehingga sejumlah sumber mata air mengering.

“Kejadian ini berdampak pada sekitar 400 KK atau 1.450 jiwa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Ciater, Cipeundeuy, Cisalak, dan Subang,” kata Berton.

Berton mengatakan, BPBD Kabupaten Subang melakukan asesmen, berkoordinasi dengan pihak setempat, serta menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pada Senin 12 Oktober 2026, distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter dilakukan di Kampung Babakan Waru, RT 08/RW 08, Desa Palasari, Kecamatan Ciater. Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih terus diperlukan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan,” terang dia.lgo99

Exit mobile version