Kriteria dan Pilihan Kredit Multiguna Terbaik

Diposting pada

Bagi kamu yang sedang mengalami masalah finansial dan membutuhkan dana relatif besar, kredit multiguna (KMG) bisa jadi solusi. Contohnya saja untuk merenovasi rumah, biaya pendidikan anak, modal usaha, atau mungkin untuk tambahan biaya pernikahan dan dana liburan.

Kredit multiguna adalah salah satu produk perbankan yang memberikan fasilitas pinjaman. Di mana peminjam (debitur) harus memberikan agunan atau jaminan, seperti sertifikat tanah atau rumah, BPKB  motor atau mobil, dan lainnya. Dengan begitu, besaran pinjaman yang akan diperoleh disesuaikan dengan taksiran harga barang atau properti yang dijadikan jaminan tersebut.

Bagaimana syarat mengajukan kredit multiguna? Biasanya tergantung kebijakan masing-masing bank. Namun umumnya usia pemohon atau peminjam harus di atas 21 tahun dan berada di bawah 55-60 tahun pada saat masa pelunasan. Selanjutnya, memiliki penghasilan bulanan yang sesuai dengan produk KMG yang dipilih. 

Jangka waktu pengembalian uang (tenor) juga bervariatif. Kamu bisa menyesuaikan dengan kemampuan finansial untuk melunasi pinjaman tersebut. Pihak bank bisa memberikan jangka waktu 12 bulan atau satu tahun hingga 10 tahun. Ada pula bank yang menawarkan tenor sampai 20 tahun.

Pada artikel kali ini, Cermati.com telah merangkum beberapa hal yang perlu kamu ketahui apabila akan melakukan pengajuan kredit multiguna pada bank.

Perbedaan Kredit Tanpa Agunan dan Kredit Multiguna

Bagi kamu yang sudah pernah meminjam uang pada pihak bank atau lembaga pinjaman lain, pasti sudah tidak asing dengan istilah agunan. Agunan adalah sebuah aset dari debitur yang diberikan pada pihak bank sebagai jaminan. Inilah yang penting dalam pengajuan KMG. 

Berbeda dengan Kredit Tanpa Agunan (KTA). Sama-sama memberikan pinjaman, namun KTA  tidak perlu agunan atau jaminan. Lalu apa saja perbedaan KMG  dengan KTA?

1. Kredit Tanpa Agunan

Kredit jenis ini tidak meminta suatu jaminan sebagai sebuah syarat untuk meminjam uang. Sebagai ganti jaminan tersebut, pihak bank akan melakukan sedikit pemeriksaan mengenai kelayakan calon debitur dengan cara memeriksa catatan kredit dan kemampuan finansial calon debitur untuk melunasi pinjaman.

Catatan tersebut didapatkan dari BI Checking yang sudah digantikan dengan layanan SLIK OJK. Datanya didapat dari kumpulan berbagai bank dan lembaga peminjaman uang dalam periode waktu 24 bulan terakhir. Kemudian, kemampuan finansial calon debitur akan diperiksa melalui slip gaji, NPWP, serta berkas-berkas yang mendukung.

Kelebihan Kredit Tanpa Agunan

(+) Syarat Mudah

Kredit tanpa agunan diberikan tanpa ada syarat pengajuan agunan dari calon debitur kepada kreditur. Karena itu, hal ini sangat membantu para calon debitur yang belum memiliki aset seperti rumah atau mobil. Untuk masalah kelengkapan dokumen, biasanya bank hanya akan meminta fotokopi KTP, kartu keluarga, dan catatan pembayaran kartu kredit.

(+) Masa Pencairan Cepat

Kredit tanpa agunan juga bisa digunakan untuk keperluan darurat atau kebutuhan lain yang sifatnya mendesak. Hal tersebut dikarenakan bank tidak memerlukan agunan apapun dari calon debitur, sehingga dana bisa cari dalam waktu dua hingga tiga hari.

(+) Tiap Bank Memiliki Fasilitas KTA

Hampir semua bank menawarkan kredit tanpa agunan. Beberapa bank bahkan sangat gencar dalam memasarkan produk ini mengingat pangsa pasarnya relatif tinggi. Yang diperlukan oleh calon debitur adalah menentukan dana pinjaman yang akan dipinjam dan bisa langsung pergi ke lembaga keuangan pilihan.

Kekurangan Kredit Tanpa Agunan

(-) Bunga Tinggi

Salah satu kekurangan yang dimiliki kredit tanpa agunan adalah bunganya yang tinggi. Salah satu penyebabnya adalah karena produk ini tidak menyertakan jaminan sebagai salah satu syaratnya. Hal tersebut membuat bunga yang dibebankan menjadi tinggi.

(-) Harus Mempunyai Kartu Kredit

Syarat lain dari kredit tanpa agunan adalah sudah memiliki kartu kredit paling tidak selama satu tahun. Hal tersebut sering membuat para calon debitur gagal mendapatkan pinjaman. Tapi pengajuan KTA  sekarang ini ada kok yang tanpa perlu kartu kredit.

(-) Limit Kecil, Tenor Pendek

Kekurangan yang paling mendasar dari kredit tanpa agunan adalah limitnya yang sedikit. Umumnya bank hanya menawarkan produk kredit tanpa agunan dengan limit sampai Rp 300 juta. Oleh karena limit yang relatif kecil itu, masa tenor juga menjadi pendek.

2. Kredit Multiguna

KMG adalah sebuah program kredit yang mana pihak bank akan meminta calon debitur untuk menyertakan aset untuk dijadikan sebagai jaminan pembayaran. Nilai jaminan atau aset tidak boleh lebih rendah dari jumlah yang akan dipinjam.

Macam-Macam Agunan

Banyak sekali bentuk pilihan yang bisa kamu jadikan sebagai jaminan pinjaman. Akan tetapi tidak semua aset dapat diterima sebagai agunan oleh pihak bank. Beberapa syarat yang harus dipenuhi sebagai sebuah agunan adalah barang tersebut mempunyai nilai ekonomis, dapat dipindahtangankan, dan mempunyai nilai yuridis. Beberapa di antaranya adalah:

Macam-Macam Contoh Agunan

1. Kendaraan Bermotor

Umumnya, di Indonesia banyak sekali yang menjadikan mobil pribadi mereka sebagai agunan kredit multiguna dan biasanya agunan mobil ini bisa bernilai hingga Rp 100 juta dengan tenor maksimal lima tahun.

Sebagai persyaratan, calon debitur akan meminta BPKB asli, STNK, dan kunci kendaraan. Selain itu, mobil yang biasanya akan dijadikan agunan tidak boleh lebih tua dari 10 tahun, dengan catatan keseluruhan mobil tersebut masih bagus.

2. Properti

Kamu bisa menggunakan sertifikat tanah, rumah, ruko, gudang, bahkan gedung untuk ditawarkan sebagi agunan. Akan tetapi tidak semua properti bisa diterima oleh pihak bank karena bank akan menyeleksi lagi properti yang diajukan oleh calon debitur. Nilai dari properti itu pun pihak bank yang menentukan.

3. Emas

Emas juga merupakan bentuk agunan yang paling populer di Indonesia. Proses appraisalnya relatif cepat karena taksiran nilainya bisa dilakukan langsung.

Calon debitur hanya perlu membawa emas yang akan digunakan sebagai agunan ketika akan mengajukan kredit, serta menyerahkan fotokopi KTP. Jumlah yang akan diterima biasanya hanya 85 persen dari nilai emas.

4. Mesin Pabrik

Hampir sama dengan agunan kendaraan, mesin pabrik yang dapat digunakan sebagai jaminan harus dalam keadaan sangat baik dan masih bisa digunakan atau berfungsi normal, serta tidak berusia tua.

5. Surat Berharga dan Saham

Surat berharga dan saham yang akan digunakan sebagai agunan haruslah yang masih aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia atau memiliki peringkat investasi.

6. Hewan Ternak

Hewan ternak juga bisa digunakan sebagai agunan untuk diajukan ke bank. Akan tetapi bukan sembarang hewan ternak, melainkan hanya sapi betina produktif, dan terkadang sapi hamil atau siap hamil juga diterima.

7. Pesawat dan Kapal

Biasanya kredit yang menggunakan pesawat atau kapal sebagai agunan adalah kredit berskala besar. Pesawat dan kapal yang dapat digunakan biasanya berukuran di atas 20 meter kubik.

Kelebihan Kredit Multiguna

(+) Limit Pinjaman Tinggi

Alasan mengapa kredit multiguna memiliki limit yang tinggi adalah karena kredit tersebut membutuhkan jaminan aset sebagai syarat. Dengan begitu pihak bank jadi lebih mudah mengambil tindakan apabila terjadi kredit macet.

(+) Masa Tenor Panjang

Pihak bank bisa memberikan tenor 12 bulan atau satu tahun hingga 10 tahun. Ada pula bank yang menawarkan tenor sampai 20 tahun.

Kekurangan Kredit Multiguna

(-) Harus Mempunyai Jaminan

Salah satu yang menjadi penghalang dari masyarakat menggunakan kredit multiguna ini adalah mereka yang tidak memiliki aset untuk dijadikan sebagai agunan. Belum lagi aset yang kamu tawarkan harus dalam keadaan baik dan nilainya tergantung pada proses appraisal.

(-) Risiko Kehilangan Aset

Risiko seperti ini akan muncul ketika kamu mengalami kesulitan dalam mengangsur kredit. Apabila hal tersebut terjadi, maka risiko yang harus dihadapi adalah kehilangan aset yang dijadikan sebagai agunan.

(-) Proses Pengajuan Lama

Karena membutuhkan agunan membuat proses pinjaman akan menjadi lebih lama. Pihak bank memerlukan waktu untuk menilai berapa harga yang bisa didapat dari aset yang kamu tawarkan.

Kriteria Kredit Multiguna Terbaik

  1. Plafon TinggiSemakin tinggi plafon pinjaman yang ditawarkan oleh bank, maka semakin baik produk kredit multiguna tersebut. Pada umumnya, plafon pinjaman yang ditawarkan oleh produk kredit multiguna berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp 5 miliar. Bahkan ada kredit multiguna yang menyediakan pinjaman hingga Rp 40 miliar.
  2. Fee RendahSemakin rendah bunga pinjaman yang ditawarkan akan semakin membuat produk kredit multiguna baik. Semakin rendah bunga pinjaman, maka semakin kecil juga cicilan per bulan yang harus dibayar.Pada umumnya fee provision produk kredit multiguna yang berada di pasaran berkisar antara 0,5% hingga 1% dari jumlah pinjaman yang disetujui.
  3. Tenor PanjangSemakin panjang tenor membuat produk kredit multiguna semakin baik. Tenor yang semakin panjang akan membuat cicilan per bulan yang harus dibayarkan semakin kecil. Secara umum tenor yang ditawarkan produk KMG di pasaran berkisar antara 5 hingga 15 tahun. Ada juga yang 20 tahun.
  4. Pencairan Dana CepatSemakin cepat dana pinjaman dapat dicairkan semakin baik produk kredit multiguna tersebut. Waktu pencairan yang ditawarkan produk KMG bermacam-macam di antaranya 1, 2, 3, 5, 7, dan 14 hari.
  5. Pelunasan Lebih Cepat Tanpa PenaltiProduk kredit multiguna menjadi semakin baik apabila dapat dilakukan pelunasan lebih cepat tanpa perlu menunggu jatuh tempo dan tidak dikenakan biaya penalti.Pada umumnya bank mengenakan biaya penalti sebesar 2% sampai 5% dari sisa pokok pinjaman bagi nasabah yang melakukan pelunasan sebelum jatuh tempo.
  6. Biaya Telat Pembayaran RendahSemakin rendah biaya penalti saat telat melakukan pembayaran, akan semakin baik produk kredit multiguna tersebut. Pada umumnya biaya telat pembayaran sebesar 2% hingga 3%.
  7. Bebas Biaya Lain-lainProduk kredit multiguna menjadi semakin baik apabila semakin sedikit biaya lain-lain yang harus dibayarkan. Biaya-biaya ini di antaranya adalah biaya jasa notaris, appraisal, dan materai.