Jakarta – Puncak musim kemarau yang menerjang Kabupaten Pasuruan kian meluas hingga pertengahan September ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencatat perluasan wilayah krisis air bersih dari yang semula 8 desa kini melonjak menjadi 10 desa di 4 kecamatan.
Kecamatan Kejayan menjadi wilayah terbaru yang terdampak kekeringan, menyusul tiga kecamatan lain yang lebih dulu dilanda krisis, yakni Lumbang, Pasrepan, dan Winongan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menegaskan pihaknya terus menggenjot distribusi air bersih guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Saat ini ada sepuluh desa yang mengalami krisis air bersih dan wajib kita suplai air harian,” ujar Sugeng, Senin (21/9/2026).
Berdasarkan data pemetaan terbaru BPBD, rincian 10 desa terdampak meliputi Kecamatan Pasrepan, dengan 5 desa, yaitu Desa Ngantungan, Sibon, Klakah, Petung, dan Galih. Kecamatan Lumbang memiliki 3 desa, yaitu Karangjati, Watulumbang, dan Pancur. Kecamatan Winongan memiliki satu desa, yaitu Desa Kedungrejo, dan Kecamatan Kejayan memiliki satu desa, yaitu Desa Kedungpengaron.
Guna mengantisipasi dampak yang kian meluas, BPBD mengoperasikan armada secara maksimal setiap harinya.
“Setidaknya kami mengerahkan 18 armada tangki air saban hari untuk menyuplai kebutuhan air bersih warga di lokasi-lokasi terdampak,” pungkas Sugeng.

