Liputan6.com, Jakarta – Posko Nasional Sektor ESDM periode Nataru mencatat adanya kenaikan konsumsi BBM jenis bensin (gasoline) hingga 0,9 persen di periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, dibandingkan konsumsi normal per Oktober-November 2025. Pemakaian bensin naik tipis lantaran banyak masyarakat disebut lebih memilih untuk naik transportasi umum ketimbang menggunakan kendaraan pribadi.
“Jadi perkiraannya adalah banyak masyarakat yang menggunakan angkutan umum. Itu yang kita hitung kan mobil-mobil pribadi,” kata Ketua Posko Nataru Sektor ESDM Erika Retnowati di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Erika memaparkan, selama periode 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, penyaluran gasoline tercatat meningkat 0,9 persen. Sementara konsumsi avtur atau bahan bakar pesawat naik 5,5 persen, sedangkan gasoil turun 3,4 persen, dan kerosene atau minyak tanah turun 6,2 persen.
Data tersebut menguatkan pernyataan bahwa banyak masyarakat lebih memilih berpergian dengan transportasi umum di musim Nataru lalu. “Kalau kita lihat dari kenaikan avtur, itu kan tinggi ya, itu 5,5 persen. Kemudian juga kereta api juga dipenuhi oleh penumpang,” ungkapnya.
“Jadi untuk gasoline mungkin tidak terlalu banyak. Ada banyak masyarakat yang menggunakan angkutan umum,” tegas Erika.
Selain itu, ia pun menyebut saat ini banyak masyarakat yang sudah beralih dari pemakaian mobil konvensional penenggak bensin ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
“Kemudian juga, ada kemungkinan juga dengan adanya masyarakat sebagian yang sudah menggunakan kendaraan listrik. Karena kalau kita lihat, peningkatan transaksi di SPKLU itu juga sangat tinggi ya. Kalau enggak salah sekitar 3 kali dari tahun lalu,” tuturnya.










