Jakarta – Aktivitas siang di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, semula berjalan normal saat Makanan Bergizi Gratis (MBG) dibagikan sekitar pukul 13.00 WIB. Beberapa jam setelah santap siang, sejumlah santri mulai merasakan kondisi tubuh yang tidak biasa.
SZ (15), santriwati menceritakan kejadian sebelum merasakan gejala keracunan. Dia mengingat menu yang disajikan: nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn, dan buah apel.
“Makan MBG jam 13.00 WIB. Yang dimakan nasi putih, telur orak-arik, tempe kayak Bali, enggak pedas,” kata SZ di RSUD RT Notopuro, Sidoarjo, Jatim.
SZ mulanya menuturkan tidak menemukan keanehan pada nasi maupun lauk. Namun, rasa asam pada sayur tumis membuatnya tidak menghabiskan porsi tersebut.
“Sayur enggak habis, yang kecut dari sayurnya,” ujarnya.
Keluhan Lemas dan Pusing
Beberapa jam setelah makan, kondisi tubuh SZ berubah. Menjelang sore, ia merasakan mual disusul badan lemas dan pusing.
Keluhan serupa dialami sejumlah santri lainnya. Mereka mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.
Hingga kini, sebanyak 431 santri dilaporkan diduga mengalami keracunan dan menjalani perawatan di delapan rumah sakit rujukan di Sidoarjo.
Rangkaian kejadian tersebut menjadi perhatian untuk memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan secara massal setelah para santri menyantap makanan yang sama.

