Sekitar 15 orang diamankan oleh Kepolisian Polda Banten saat aksi demonstrasi yang berujung kericuhan di kawasan Ciceri, Kota Serang, pada Sabtu (30/8) malam. Beberapa di antara mereka merupakan pelajar.
Kapolda Banten, Brigjen Pol Hengki, mengatakan bahwa pengamanan para pelajar tersebut dilakukan sebagai upaya pembinaan.
“Tadi sedang dilakukan pendataan, kita akan berikan peringatan, kita akan panggil orang tuanya,” ujar Kapolda di Serang, dikutip dari Antara, Minggu (31/8/2025).
Ia tidak merinci jumlah pelajar, namun memastikan ada peserta aksi yang masih duduk di bangku sekolah. “Yang pasti nanti selesai kita proses, kita periksa, ambil data-datanya, kita berikan imbauan, kita panggil bersama orang tuanya. Kan masih ada yang kelas 1 SMA,” kata Hengki.
Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam demonstrasi tidak bisa dibiarkan. “Ikut-ikutan seperti itu, nanti kita akan panggil orang tuanya. Sudah saya perintahkan kepada kapolres maupun kasat serse,” tambahnya.
Mengenai pengamanan, Kapolda memastikan pasukan tetap siaga di lokasi untuk mencegah potensi terjadinya gangguan. “Kita tetap siaga, mengantisipasi ada penyusup, ada yang sengaja membuat suasana tidak kondusif,” katanya.
Amankan Masyarakat
Ia menegaskan bahwa tugas aparat kepolisian adalah mengamankan masyarakat. “Supaya di Banten, di Kota Serang aman. Kalau ada kejadian menonjol, kami harus cepat menindak atau mengatasi permasalahan yang terjadi,” ujarnya.
Hengki juga mempertimbangkan pengurangan personel secara bertahap. “Ini baru saya mau ambil langkah. Tentu saya akan disesuaikan dengan skala ancaman yang ada,” katanya.
Sebelumnya, pada Sabtu (30/8), ratusan mahasiswa di Kota Serang, Banten, menggeruduk pos polisi di simpang Ciceri sebagai puncak kemarahan atas tindakan represif aparat dan kebijakan pemerintah.
Pantauan ANTARA, para mahasiswa tidak hanya berorasi, tetapi juga meluapkan kekecewaan dengan mengeluarkan sejumlah perabotan dari dalam pos polisi, seperti sofa dan meja, ke ruas jalan.
Demonstrasi Mahasiswa
Peristiwa ini merupakan bagian dari demonstrasi besar yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai kampus. Massa aksi yang kompak mengenakan pakaian serba hitam memulai unjuk rasa dengan berjalan kaki dari Kampus 1 UIN SMH Banten.
Fokus utama kecaman ditujukan kepada aparat kepolisian. Mahasiswa secara spesifik mengutuk keras insiden kekerasan yang diduga dilakukan polisi terhadap seorang pengemudi ojek online di Jakarta beberapa waktu lalu.