Liputan6.com, Berlin – Pemadaman listrik massal melanda wilayah Berlin barat daya, Jerman, setelah kebakaran terjadi pada saluran listrik utama. Insiden tersebut menyebabkan lebih dari 45.000 rumah dan sekitar 2.200 bangunan komersial kehilangan pasokan listrik.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (3/1/2026) di sebuah jembatan kabel dekat pembangkit listrik Lichterfelde. Kebakaran tersebut berdampak pada empat distrik di Berlin, mengakibatkan gangguan tidak hanya pada aliran listrik, tetapi juga jaringan internet serta sistem pemanas ruangan yang sangat dibutuhkan warga di tengah musim dingin.
Media Inggris, Daily Express, melaporkan pada Selasa (6/1) bahwa gangguan ini dirasakan luas oleh masyarakat. Selain rumah tangga, sejumlah fasilitas penting seperti rumah sakit, pusat perawatan, lembaga sosial, dan berbagai perusahaan turut terdampak pemadaman.
Menurut laporan Mirror, otoritas setempat menduga kebakaran tersebut dilakukan secara sengaja. Insiden ini disebut memiliki kemiripan dengan pemadaman listrik yang terjadi di Berlin tenggara pada September tahun lalu, yang kala itu dikaitkan dengan dugaan aksi kelompok aktivis radikal. Meski demikian, pihak berwenang menegaskan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Senator Urusan Ekonomi Berlin, Franziska Giffey, menyebut insiden ini sebagai “pemadaman listrik yang sangat parah” dan menegaskan pemerintah daerah memprioritaskan pemulihan layanan bagi warga serta fasilitas vital.
Upaya pemulihan listrik mulai dilakukan sejak Minggu (4/1), dan pasokan telah kembali ke ribuan rumah. Namun, sebagian wilayah masih mengalami pemadaman karena proses perbaikan terkendala cuaca ekstrem dan suhu rendah yang menyulitkan petugas di lapangan.
Pihak berwenang memperkirakan pasokan listrik belum sepenuhnya pulih hingga beberapa hari ke depan dan baru diperkirakan kembali normal sebelum Kamis. Warga diminta tetap waspada dan mengikuti arahan otoritas setempat selama proses pemulihan berlangsung.Liputan6.com, Berlin – Pemadaman listrik massal melanda wilayah Berlin barat daya, Jerman, setelah kebakaran terjadi pada saluran listrik utama. Insiden tersebut menyebabkan lebih dari 45.000 rumah dan sekitar 2.200 bangunan komersial kehilangan pasokan listrik.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (3/1/2026) di sebuah jembatan kabel dekat pembangkit listrik Lichterfelde. Kebakaran tersebut berdampak pada empat distrik di Berlin, mengakibatkan gangguan tidak hanya pada aliran listrik, tetapi juga jaringan internet serta sistem pemanas ruangan yang sangat dibutuhkan warga di tengah musim dingin.
Media Inggris, Daily Express, melaporkan pada Selasa (6/1) bahwa gangguan ini dirasakan luas oleh masyarakat. Selain rumah tangga, sejumlah fasilitas penting seperti rumah sakit, pusat perawatan, lembaga sosial, dan berbagai perusahaan turut terdampak pemadaman.
Menurut laporan Mirror, otoritas setempat menduga kebakaran tersebut dilakukan secara sengaja. Insiden ini disebut memiliki kemiripan dengan pemadaman listrik yang terjadi di Berlin tenggara pada September tahun lalu, yang kala itu dikaitkan dengan dugaan aksi kelompok aktivis radikal. Meski demikian, pihak berwenang menegaskan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Senator Urusan Ekonomi Berlin, Franziska Giffey, menyebut insiden ini sebagai “pemadaman listrik yang sangat parah” dan menegaskan pemerintah daerah memprioritaskan pemulihan layanan bagi warga serta fasilitas vital.
Upaya pemulihan listrik mulai dilakukan sejak Minggu (4/1), dan pasokan telah kembali ke ribuan rumah. Namun, sebagian wilayah masih mengalami pemadaman karena proses perbaikan terkendala cuaca ekstrem dan suhu rendah yang menyulitkan petugas di lapangan.
Pihak berwenang memperkirakan pasokan listrik belum sepenuhnya pulih hingga beberapa hari ke depan dan baru diperkirakan kembali normal sebelum Kamis. Warga diminta tetap waspada dan mengikuti arahan otoritas setempat selama proses pemulihan berlangsung.










