Liputan6.com, Jakarta – Kebakaran terjadi di kapal pesiar berbendera Liberia, World Legacy, yang sedang membawa 271 penumpang, termasuk 139 warga Singapura, dan 388 kru kapal, pada Jumat dini hari, 20 Februari 2026. Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) menyatakan seorang kru berkebangsaan Indonesia meninggal akibat kebakaran tersebut.
Mengutip AsiaOne, Selasa (24/2/2026), kapal tersebut sedang dalam perjalanan menuju Singapura ketika kebakaran terjadi di area lounge di dek sembilan sekitar pukul 4 pagi. Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura mengonfirmasi bahwa kru kapal yang meninggal adalah petugas laundry berusia 23 tahun berinisial PL.
Menurut pernyataan yang dirilis KBRI di Singapura menanggapi pertanyaan The Strait Times, pada Sabtu, 21 Februari 2026, pria itu ditemukan pingsan di lobi dek sembilan oleh petugas pemadam kebakaran. Ia sempat mendapat perawatan medis, tetapi dinyatakan meninggal pada pukul 04.30 pagi dengan penyebab kematian ditentukan sebagai henti jantung dan paru-paru akibat sesak napas.
Pihak KBRI di Singapura mengatakan telah bekerja sama dengan otoritas Singapura dan agen kapal untuk mempercepat pemulangan PL ke Indonesia, serta untuk memastikan kerabat terdekatnya menerima hak finansialnya. Semua prosedur yang diperlukan dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik keluarganya, tambahnya.
Sementara, MPA mengatakan bahwa semua penumpang telah dievakuasi dengan selamat, dan empat orang dibawa ke rumah sakit. Api pun berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran laut dari Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) dengan penyebab kebakaran masih diselidiki.

