Kalimantan Darurat Asap Kebakaran Hutan: Siang Dipadamkan, Malam Nyala Lagi

Diposting pada

Jakarta – Sejumlah wilayah di Kalimantan diselimuti asap imbas kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di hampir seluruh wilayahnya. Wahyu, seorang warga di Palangka Raya mengeluhkan jarak pandang yang terbatas bahkan saat di siang hari.

“Siang sekarang gelap penuh asap, jarak pandangan terbatas, sudah banyak yang kena ISPA (Infeksi Saluran Peranapasan Akut),” katanya.

Hal senada juga diungkapkan, anak muda relawan yang juga Koordinator Youth Act Kalimantan, Sarasi Silvester Sinurat. Saat dihubungi tim Regional Liputan6.com, Kamis (20/8/2026), Sarasi tidak menampik semua wilayah Kalimantan tak luput dari kebakaran hutan. Bahkan asap imbas kebakaran hutan sudah sangat mendampak keseharian warga.

“Asap sudah mulai dari Juli. Awalnya pagi sama malam saja, sekarang siang juga sudah kabut,” katanya.

Semua titik di wilayah Kalimantan menurutnya ada titik hospot, hanya saja titik api yang paling besar ada di wilayah Kalimantan Barat.

Desa Tumbang Nusa di Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, menjadi daerah yang paling terdampak asap.

“Karena angin membawa asap ke wilayah ini,” katanya.

Sebagai relawan yang ikut berjibaku memadamkan titik api di lapangan, Sarasi tahu betul betapa sulitnya proses pemadaman api kebakaran hutan dan lahan, terlebih lahan gambut. Menurut Sarasi api sulit dipadamkan karena personel terbatas apalagi medan yang sulit untuk dijangkau.

“Kami pagi sampai sore bekerja padamkan api, sudah capek istirahat, malam karena tidak ada personel lagi malam api besar lagi,” katanya.

Sarasi menegaskan, pihaknya semua elemen yang ada sudah dikerahkan untuk berjibaku memadamkan api kebakaran, hanya saja personelnya kurang, termasuk dari pemerintah.

“Kelemahan kita di gambut karena apinya gak kelihatan tuh di atas, karena apinya menjalar di bawah dan biasanya hanya asap yang kelihatan di atas, jadi kalau di gambut dia membara dulu di bawah baru ke atas. Dan kita belum tahu tuh kedalaman apinya, karena kan kita hanya melihat asap,” katanya.