Juventus menghadapi misi comeback menantang melawan Galatasaray. Juventus dilarang memikirkan soal menang telak, melainkan fokus mencetak satu gol dulu.
Juventus menderita kekalahan 2-5 di markas Galatasaray pada playoff leg pertama Liga Champions, sepekan lalu. Bianconeri membuang keunggulan 2-1 di akhir babak pertama, sebelum akhirnya kalah usai diberondong empat gol di paruh kedua permainan.
Dengan hasil ini, maka si Nyonya Besar harus mengalahkan raksasa Turki dengan selisih minimal tiga gol untuk melanjutkan permainan di extra time. Jelas ini bukan pekerjaan yang mudah apalagi Juve sedang tersendat.
Sejak mengalahkan Lazio 2-0, Juventus menderita kekalahan di tiga pertandingan berikutnya. Usai menyerah di tangan Inter Milan 2-3, Juve dibekap Galatasaray, dan terakhir dipermalukan Como 0-2 di kandang sendiri.
Pelatih Juventus Luciano Spalletti mendesak agar timnya fokus saja mencetak satu gol dulu untuk mendapatkan momentum. “Kami tidak boleh memikirkan bahwa kami perlu mencetak tiga gol, tapi lebih pada kami perlu mencetak satu gol,” kata dia.


