Tokyo – Jepang mulai mengubah kebijakan skrining kanker payudara. Pemerintah akan memberikan informasi mengenai kepadatan jaringan payudara kepada perempuan yang menjalani mamografi. Perubahan ini penting karena kepadatan payudara dapat memengaruhi kemampuan mamografi dalam mendeteksi kanker.
Selama ini, perempuan di Jepang yang menjalani skrining kanker payudara tidak selalu diberi tahu apakah mereka memiliki payudara padat. Pemerintah bahkan selama bertahun-tahun tidak mewajibkan dokter dan ahli radiologi untuk menyampaikan informasi tersebut. Kini, kebijakan itu mulai berubah.
Kepadatan payudara bukan berarti seseorang mengalami kanker. Kondisi ini menggambarkan komposisi jaringan payudara yang terdiri dari jaringan padat, seperti kelenjar dan saluran susu, serta jaringan lemak.
Pada perempuan dengan payudara padat, jumlah jaringan padat lebih banyak dibandingkan jaringan lemak. Masalahnya, jaringan payudara yang padat tampak berwarna putih pada hasil mamografi. Tumor juga dapat terlihat putih sehingga lebih sulit dibedakan dari jaringan payudara.
Kondisi tersebut dapat membuat kanker lebih sulit terdeteksi melalui mamografi. Oleh sebab itu, sejumlah ahli mempertimbangkan pemeriksaan ultrasonografi atau USG sebagai pemeriksaan tambahan, terutama bagi perempuan dengan payudara padat, seperti dikutip dari The Japan Times pada Selasa, 25 Agustus 2026.










