Jaga Stok LPG 3 Kg, Pemerintah Alihkan Pasokan dari Industri ke Masyarakat

Diposting pada

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk mengalihkan pasokan LPG kepada sektor industri. Untuk menjaga stok LPG 3 kg di tengah masyarakat.

Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam mengatakan, pihaknya tengah memburu pasokan LPG baik dari impor maupun produksi dalam negeri.

“LPG yang selama ini dijual ke industri juga diupayakan untuk dialihkan untuk kebutuhan LPG 3 kg, yang dimana kebutuhan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar dia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Kamis (9/4/2026).

Ditjen Migas Kementerian ESDM pun menginstruksikan kilang LPG swasta agar memprioritaskan penawaran produksinya yang sebelumnya dijual untuk industri kepada Pertamina Patra Niaga.

“Kami memberikan prioritas, usulan prioritas kepada kilang-kilang LPG swasta untuk diberikan produksinya penawaran pertama kepada Pertamina Patra Niaga, yang LPG-nya dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat,” dia menambahkan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong kilang-kilang di Tanah Air untuk menggenjot produksi LPG maupun BBM. Rizwi mencontohkan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan milik Pertamina.

“Sebagai contoh untuk RDMP Balikpapan yang menghasilkan propylene, dimana harga produknya ini sebenarnya harganya lebih tinggi. Produk ini kemudian dikurangi produksinya dan bahan baku naphta-nya. Kemudian digeser untuk memperkaya produk LPG, untuk memperkuat pasokan LPG secara nasional,” bebernya.