Site icon Info Bet Gratis – Main Zeus Gacor

Iran Hanya Izinkan Kapal Negara Sahabat Lewat Selat Hormuz: Ada China dan Rusia

Liputan6.com, Jakarta – Iran hanya mengizinkan kapal-kapal dari negara sahabatnya yang bisa melintasi Selat Hormuz. Negara-negara yang dianggap tidak berkonflik dengan Iran. Dari daftar negara yang dianggap sahabat, ada China dan Rusia.

“Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menurut saluran televisi satelit milik Lebanon, Al Mayadeen.

Dilansir Antara, Kamis (26/3/2026), Araghchi menambahkan, Teheran tidak punya alasan untuk mengizinkan “kapal-kapal musuh” melewati Selat Hormuz.

Sebelumnya, pada 14 Maret, Presiden AS Donald Trump menyerukan kepada China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lainnya untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.

Alasannya untuk menjaga keamanan pelayaran. Trump memperingatkan sekutu NATO bahwa aliansi tersebut menghadapi “masa depan yang sangat buruk” jika gagal mengamankan selat itu.

Iran memastikan kapal transit yang tidak berafiliasi dengan Amerika Serikat (AS) atau Israel dapat melintasi Selat Hormuz. Ini disampaikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Senin (23/3).

“Iran telah mengambil langkah untuk memastikan keamanan pelayaran lewat jalur air ini dan akan melakukan koordinasi yang diperlukan bagi kapal yang tidak berafiliasi dengan pihak agresor,” kata Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, seperti dikutip kantornya.

Blokade Selat Hormuz dipicu oleh operasi AS dan Israel terhadap Iran, kata Presiden Iran.

Untuk diketahui, pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika yang berada di Timur Tengah.

Eskalasi ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Blokade itu juga berpengaruh terhadap tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut. Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara di dunia.

Exit mobile version