Investor Global Borong Obligasi Venezuela Usai Penangkapan Presiden Nicolas Maduro

Diposting pada

Liputan6.com, Jakarta – Obligasi Venezuela diperkirakan masih memiliki ruang penguatan setelah Amerika Serikat menangkap Nicolas Maduro, sebuah langkah yang membuka peluang terjadinya perubahan rezim yang selama ini menjadi taruhan para investor atas surat utang senilai sekitar USD 60 miliar.

Melansir Yahoo Finance, Senin (5/1/2026), harga obligasi bermasalah milik pemerintah Venezuela dan perusahaan minyak negara PDVSA tercatat melonjak lebih dari dua kali lipat dalam beberapa bulan terakhir, bergerak di kisaran 23 hingga 33 sen per dolar. Kenaikan ini terjadi seiring Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Maduro.

Meski prosesnya diperkirakan tidak singkat, potensi restrukturisasi utang yang menjadi prasyarat penting untuk menarik pembiayaan baru dinilai dapat mendorong harga obligasi lebih tinggi, bahkan menuju level pemulihan 50–60 sen per dolar, menurut para investor.

“Venezuela terus menghadapi kendala likuiditas yang parah, dan proses restrukturisasi apa pun kemungkinan akan panjang dan kompleks,” kata seorang ahli strategi pasar negara berkembang senior di UBS, Alberto Rojas.

Pandangan tersebut mencerminkan perubahan signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya, ketika obligasi Venezuela sempat diperdagangkan pada level yang sangat tertekan lebih dari dua tahun lalu.

Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih pengelolaan Venezuela hingga proses transisi kepemimpinan dapat diatur. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada Sabtu, dengan penjelasan bahwa pengelolaan akan dilakukan dengan sebuah kelompok yang mayoritas berisi pejabat senior AS dan berfokus pada pemulihan infrastruktur sektor minyak.