Ini Sebaran Lokasi Rawan Tawuran yang Jadi Sasaran Operasi Pekat Jaya 2026

Diposting pada

Polda Metro Jaya memetakan sejumlah titik rawan tawuran menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Kawasan Manggarai, Basura, hingga Pancoran pun masuk dalam target Operasi Pekat Jaya 2026 yang digelar sejak Rabu, 28 Januari 2026 sampai dengan 11 Februari 2026.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyebut, fokus pengamanan diarahkan ke wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.

“Sudah nanti kita akan fokus di wilkum Jakpus, Jaktim yang sering, termasuk Jaksel. Itu yang wilayah perbatasan akan kita tempatkan pos pantau dan juga mobile dari patroli gabungan,” kata dia kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).

Selain penindakan, langkah preventif juga digencarkan. Direktorat PPA dan Dirbinmas turun langsung ke lingkungan warga dan sekolah-sekolah yang siswanya kerap terlibat tawuran, termasuk kelurahan yang dipetakan rawan konflik.

Dia mengatakan, pihaknya juga mengaktifkan patroli siber untuk memantau aktivitas media sosial yang kerap memicu aksi tawuran.

“Dan juga Dirsiber sebagai Wakasatda yang akan menggencarkan patroli siber dalam hal mengantisipasi di medsos dalam hal para anak-anak kita ini melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji,” ucap dia.

Razia Senjata Api dan Tajam

Tak hanya itu, razia senjata api ilegal dan senjata tajam dilakukan secara berkelanjutan. Asep mengklaim sudah mengamankan sejumlah senjata yang berpotensi digunakan dalam aksi kekerasan jalanan.

“Ya tentunya mudah-mudahan dengan kita gencarkan, kita gaungkan Operasi Pekat ini, ya Pekat Jaya 2026, Jakarta akan semakin aman. Tujuan kita adalah bagaimana menciptakan Jakarta semakin nyaman yang dapat dirasakan oleh masyarakat DKI Jakarta,” ucap dia.

Meski fokus utama di Jakarta, wilayah penyangga seperti Tangerang, Bekasi, dan Depok tetap menjadi perhatian untuk mencegah meluasnya tawuran lintas wilayah.

“Karena yang sering terjadi adalah wilayah tiga Polres tersebut, ya. Tetap yang lainnya saling mendukung, saling kolaborasi, menciptakan bagaimana kejadian tersebut bisa kita turunkan, bahkan kita hilangkancl terang dia.

Operasi ini digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk mengamankan situasi jelang Ramadan. Sebanyak 975 personel gabungan dikerahkan terdiri dari anggota Polda Metro Jaya, Polres jajaran, unsur TNI, hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Irjen Asep menegaskan, sasaran utama Operasi Pekat Jaya adalah penanggulangan tawuran, aksi geng motor, premanisme, peredaran miras dan obat-obatan terlarang. Selain itu, juga menyasar penggunaan petasan, balapan liar, serta berbagai bentuk kejahatan jalanan.Penindakan akan dilakukan secara tegas namun tetap humanis.

“Dalam hal ini Polda Metro Jaya akan bertindak tegas dan humanis terhadap setiap pelanggaran hukum, namun tetap profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia,” ucap dia.

Asep mengingatkan seluruh personel agar bertindak profesional, terukur, sesuai ketentuan hukum, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Selain penegakan hukum, Polda Metro Jaya mengedepankan langkah preemtif dan preventif.Deteksi dini, patroli gabungan dengan TNI dan Pemprov DKI, serta penguatan sinergi lintas instansi menjadi fokus selama operasi berlangsung.

Polda Metro Jaya berkomitmen memberikan rasa aman agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan ibadah Ramadan dengan aman, damai, dan khusyuk,” tandas dia.

Tangani Tawuran hingga Premanisme

Irjen Asep menegaskan, sasaran utama Operasi Pekat Jaya adalah penanggulangan tawuran, aksi geng motor, premanisme, peredaran miras dan obat-obatan terlarang. Selain itu, juga menyasar penggunaan petasan, balapan liar, serta berbagai bentuk kejahatan jalanan.Penindakan akan dilakukan secara tegas namun tetap humanis.

“Dalam hal ini Polda Metro Jaya akan bertindak tegas dan humanis terhadap setiap pelanggaran hukum, namun tetap profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia,” ucap dia.

Asep mengingatkan seluruh personel agar bertindak profesional, terukur, sesuai ketentuan hukum, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Selain penegakan hukum, Polda Metro Jaya mengedepankan langkah preemtif dan preventif.Deteksi dini, patroli gabungan dengan TNI dan Pemprov DKI, serta penguatan sinergi lintas instansi menjadi fokus selama operasi berlangsung.

“Polda Metro Jaya berkomitmen memberikan rasa aman agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan ibadah Ramadan dengan aman, damai, dan khusyuk,” tandas dia.