Liputan6.com, Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkap dampak kemarau panjang terhadap produksi pangan nasional, termasuk beras. Langkah perbaikan pengairan sawah pun diambil untuk menjaga produksinya.
Rizal menyampaikan, salah satu tantangannya yakni kemarau ekstrem El Nino Godzilla yang diprediksi terjadi pada pertengahan tahun ini.
“Peluang terjadi El Nino khususnya pada semester 2 tahun 2026 yang berpotensi membuat kemarau di 2026 lebih kering dan lebih panjang dari kondisi normal yang terdampak di berbagai wilayah Indonesia,” kata Rizal dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR, dikutip Rabu (8/4/2026).
Dia menuturkan, kondisi cuaca panas ekstrem itu bisa mengganggu produksi pangan nasional. “Cuaca ekstrim seperti penurunan curah hujan yang sangat berdampak pada kekeringan, meluas, dan kemarau panjang yang diantisipasi dengan program pompanisasi yang seperti sampaikan oleh Pak Menteri Pertanian,” tuturnya.
Pompanisasi untuk menambah aliran air irigasi ke persawahan telah dilakukan sejak 2024 lalu saat juga menghadapi El Nino.
“Sudah kita berhasil mengatasi El Nino tersebut dengan swasembada,” tegasnya

