Site icon Info Bet Gratis – Main Zeus Gacor

Inggris Kumpulkan Lebih dari 30 Negara untuk Bahas Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Liputan6.com, London – Lebih dari 30 negara dijadwalkan bertemu pada Kamis (2/4/2026) dalam sebuah upaya untuk memberikan tekanan diplomatik dan politik guna membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang saat ini terhambat akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer seperti dikutip dari laporan Associated Press menyatakan bahwa pertemuan virtual tersebut akan dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper. Ia menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai langkah diplomatik dan politik yang dapat diambil guna memulihkan kebebasan navigasi, menjamin keselamatan kapal dan awak yang terjebak, serta melanjutkan distribusi komoditas penting.

Serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial, serta ancaman lanjutan, telah menghentikan hampir seluruh aktivitas pelayaran di jalur tersebut. Selat yang menghubungkan Teluk Persia dengan samudra global ini merupakan jalur penting bagi distribusi minyak dunia, sehingga gangguan tersebut menyebabkan lonjakan harga minyak.

AS tidak termasuk dalam daftar negara yang menghadiri pertemuan tersebut. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pengamanan jalur pelayaran tersebut bukan tanggung jawab AS, bahkan ia meminta sekutu-sekutu AS untuk “mengurus minyak mereka sendiri”.

Hingga saat ini, tidak ada negara yang bersedia membuka kembali selat tersebut dengan kekuatan militer selama konflik masih berlangsung. Iran dinilai memiliki kemampuan untuk menyerang kapal menggunakan rudal anti-kapal, drone, kapal serang cepat, dan ranjau laut.

Namun demikian, Starmer mengungkapkan bahwa para perencana militer dari sejumlah negara akan segera mengadakan pertemuan guna membahas cara menjamin keamanan pelayaran setelah konflik berakhir.

Sebanyak 35 negara, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, Jepang, dan Uni Emirat Arab, telah menandatangani pernyataan bersama yang mendesak Iran untuk menghentikan upaya pemblokiran Selat Hormuz. Mereka juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam upaya yang diperlukan guna memastikan jalur tersebut aman dilalui.

Pertemuan pada Kamis ini dipandang sebagai langkah awal, yang nantinya akan dilanjutkan dengan pertemuan tingkat teknis untuk merumuskan langkah-langkah konkret.

Starmer menegaskan bahwa memulihkan aktivitas pelayaran tidak akan mudah. Ia menyebutkan bahwa hal ini membutuhkan kombinasi kekuatan militer, upaya diplomatik, serta kerja sama dengan industri maritim.

Exit mobile version