Indonesia Gabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets, Perkuat Pembiayaan Iklim Global

Diposting pada

Indonesia melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) resmi bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets untuk memperkuat  pembiayaan iklim global dan mewakili sektor kehutanan Indonesia serta solusi berbasis alam.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya mengumumkan bahwa hari ini Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets, mewakili sektor kehutanan Indonesia,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli, Rabu, 21 Januari 2026.

Menurutnya, koalisi tersebut memiliki komitmen untuk meningkatkan pemanfaatan  kredit karbon berintegritas tinggi sebagai instrumen pembiayaan pembangunan, pendukung aktivitas ekonomi, serta mempercepat pencapaian tujuan iklim global.

Sebagai anggota terbaru, Indonesia dinilai membawa keahlian berkelas dunia dalam pengembangkan proyek karbon berbasis hutan serta berbagai solusi berbasis alam.

Menurut Menhut, pasar kredit karbon berintegritas tinggi menyimpan potensi besar untuk mendukung pengembangan solusi berbasis alam di Indonesia, sekaligus berkontribusi dalam penurunan emisi, pelestarian keanekaragaman hayati, dan pendorong pertumbuhan ekonomi hijau.

“Sebagai negara dengan hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, ekosistem mangrove yang luas, serta lahan gambut tropis yang besar, Indonesia memiliki modal alam yang signifikan dan pengalaman nyata dalam solusi berbasis alam, yang dapat memberikan kontribusi penting bagi upaya global dalam mencapai target iklim,” tegasnya.

Penurunan Emisi Global

The Coalition to Grow Carbon Markets bertujuan untuk mempercepat penurunan emisi global dengan memperkuat intensif bagi sektor usaha agar berinvestasi dalam kredit karbon berintegritas tinggi, termasuk kredit yang mendukung solusi berbasis alam.

Dalam koalisi tersebut, Indonesia bergabung bersama sejumlah pemerintah lainnya yang berkomitmen mendorong aksi iklim melalui peningkatan pemanfaatan kredit karbon berintegritas tinggi oleh dunia usaha, yakni Kanada, Panama, Prancis, Peru, Swiss, Selandia Baru, dan Zambia, serta para k etua bersama koalisi dari Kenya, Inggris, dan Singapura.

Saat ini, koalisi memfokuskan kerja pada Rencana Aksi guna mendorong keselarasan kebijakan nasional dan regional, sekaligus menjaga minat pembeli secara berkelanjutan melalui keterlibatan aktif dengan jejaring pembeli dan investor.

Menurut Perwakilan Khusus Inggris untuk Iklim, Rachel Kyte, menyampaikan keikutsertaan Indonesia dalam inisiatif solusi berbasis alam dinilai strategis untuk menarik investasi sektor swasta.

“Upaya Indonesia dalam solusi berbasis alam akan memastikan Koalisi membantu mendorong investasi sektor swasta ke dalam proyek-proyek berintegritas tinggi yang melestarikan hutan, mengurangi emisi, dan memajukan pembangunan berkelanjutan,” katanya. 

Penguatan Pasar Kredit Karbon

Sebagai mitra lama Inggris dan Indonesia, Standard Chartered turut berperan aktif dalam pengembangan pembiayaan berkelanjutan, termasuk mendukung penguatan pasar kredit karbon berintegritas tinggi di Indonesia.

Keikutsertaan Indonesia dalam koalisi ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan standar kualitas, transparansi, serta permintaan terhadap pasar kredit karbon berintegritas tinggi, khususnya yang mendukung solusi berbasis alam,” ujar CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro.