Liputan6.com, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia membidik peningkatan investasi setelah ditekennya kesepakatan dagang tarif resiprokal Amerika Serikat (AS). Langkah itu disebut menjadi sejarah baru bagi Indonesia.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menilai Agreement on Resiprocal Trade (ART) yang diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump akan jadi tonggak penting ekonomi kedua negara.
“Karena trade agreement yang akan ditandatangani oleh kedua negara ini benar-benar bisa menjadi suatu sejarah. Supaya perdagangan dan investasi-investasi selalu meningkat. Membawa lapangan kerja, membawa juga pertumbuhan,” kata Anin dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).
Dia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kemampuan tenaga kerja nasional, termasuk di bidang teknologi, guna mendorong transformasi ekonomi ke arah industri bernilai tambah tinggi.
“Sehingga kita juga bisa menjadi negara maju yang makin hari akan mentransformasi ekonominya menjadi industri-industri yang lebih mempunyai nilai tambah,” kata Anin.
Sejalan dengan ART tadi, Anin membidik peningkatan ekspor produk alas kaki ke negeri Paman Sam. Hal ini didorong oleh perjanjian kerja sama antara Kadin Indonesia dan asosiasi pengusaha AS.

