Liputan6.com, Jakarta – Perayaan ulang tahun ke-31 Indosiar di tahun 2026 ini membawa perubahan besar dalam tradisi pemberian ucapan selamat. Tidak ada lagi deretan bunga papan plastik atau karangan bunga yang menghiasi area Studio 6 EMTEK City, Jakarta.
Sebagai gantinya, stasiun televisi ini mewajibkan kiriman pohon asli untuk mendukung gerakan “Jakarta Go Green” yang kini sedang digalakkan.
Inovasi hijau ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para musisi yang hadir, termasuk sang legenda Rhoma Irama. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata sebuah institusi media terhadap isu lingkungan hidup.
Rhoma Irama memuji keberanian Indosiar untuk meninggalkan tradisi lama demi dampak positif bagi bumi.
“Ini satu hal yang menarik. Indosiar menyarankan agar ucapan selamat diberikan dalam bentuk pohon beneran untuk penghijauan. Ini ide yang sangat bagus dalam rangka ‘Jakarta Go Green’,” kata Rhoma Irama di Jakarta, Sabtu (10/1).
Selain fokus pada lingkungan, perayaan HUT ke-31 ini juga menonjolkan sisi kemanusiaan dengan melibatkan para pelaku UKM dan memberikan bantuan sosial.
Indosiar dinilai berhasil menyeimbangkan antara kemegahan hiburan dengan nilai-nilai edukasi dan sosial. Hal inilah yang membuat Rhoma Irama merasa bangga tetap menjadi bagian dari keluarga besar Indosiar selama puluhan tahun.
“Pertama, saya berterima kasih kepada Indosiar karena masih diundang. Kedua, saya merasa bangga dengan Indosiar karena kreativitas dan inovasinya luar biasa,” ujarnya.
“Saya melihat kali ini sisi kemanusiaan dan pendidikannya sangat menonjol, seperti kepedulian terhadap bencana dan masyarakat kurang mampu seperti UKM. Indosiar bukan sekadar hiburan atau ‘hura-hura’, tapi betul-betul bermanfaat untuk bangsa,” sambungnya.
Kemegahan acara juga terlihat dari penataan panggung yang menggunakan teknologi pencahayaan terkini. Penonton yang hadir secara langsung maupun yang menyaksikan dari rumah disuguhi visual yang sangat modern.
Baginya, atmosfer yang dibangun malam itu adalah salah satu yang terbaik selama ia berkarier di industri musik.
“Luar biasa. Penataan panggung, pencahayaan, semuanya keren banget. Penonton yang hadir, baik yang di luar maupun di dalam studio, juga sangat luar biasa,” puji sang Raja Dangdut.
Rhoma Irama telah mengikuti perjalanan panjang stasiun televisi ini sejak awal berdiri hingga mencapai usia tiga dekade lebih. Ia mengamati perkembangan signifikan dalam setiap tahunnya, baik dari segi konten maupun kualitas siaran.
Stasiun televisi ini pun tetap kokoh menjadi rumah bagi berbagai talenta musik dangdut di tanah air.
“Dari tahun ke tahun, saya melihat Indosiar semakin matang, semakin maju, dan semakin luar biasa,” ucapnya.
Kesuksesan Indosiar sebagai stasiun televisi nomor satu juga didukung oleh program-program unggulan seperti penayangan laga Timnas dan kompetisi sepak bola nasional.
Hal ini menjadikan Indosiar sebagai stasiun televisi yang adaptif dengan selera masyarakat Indonesia. Rhoma pun berharap tren positif ini terus berlanjut di masa depan.
“Sebagai orang dari sisi Dangdut, saya sangat berharap Indosiar tetap menjadi rumah bagi musik Dangdut. Semoga Indosiar ke depan semakin kreatif, inovatif, terus mencerdaskan bangsa, dan semakin luar biasa. Selamat ulang tahun ke-31 untuk Indosiar,” pungkasnya.
Malam puncak HUT Indosiar sendiri digelar selama dua malam berturut-turut pada 10 dan 11 Januari 2026. Selain kolaborasi Rhoma Irama dan JKT48, acara ini juga diramaikan oleh musisi lintas genre seperti Duo Maia, Jamrud, hingga band-band yang tengah viral seperti The Lantis dan Batas Senja. Kualitas produksi yang tinggi membuat Indosiar tetap tak tergoyahkan di puncak industri televisi nasional.


