Liputan6.com, Jakarta – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Purwono, mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayahnya pada Kamis 1 Januari 2026, membuat pohon tumbang di sejumlah wilayah.
“Dominasi kejadian berupa pohon tumbang yang menimpa rumah warga, kandang ternak, pagar, hingga jaringan listrik. Beberapa akses jalan sempat tertutup total dan harus segera dilakukan penanganan,” kata dia dalam keterangannya yang dikutip Jumat (2/1/2026).
Purwono merinci, misalnya di wilayah Wonosari terdapat pohon asem londo patah dan menutup akses jalan di Jalan Kesatrian Jeruk. Sementara di kawasan Sewokoprojo, pohon asem tumbang yang kemudian ditangani oleh tim BPBD Gunungkidul dan Damkar.
Pohon tumbang juga mengenai rumah warga di Gondangrejo Gari, serta menimpa jaringan listrik di sejumlah titik, bahkan memicu kabel terbakar di Gatak Gari.
Wilayah Paliyan menjadi salah satu kawasan dengan dampak cukup luas. Sejumlah rumah warga di Jetis, Pampang, Kedungdowo, Jamburejo, hingga Muntuk Mulusan mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon jati, randu, maupun diterpa angin kencang yang membawa atap rumah.
Selain itu, kandang ternak milik warga juga dilaporkan rusak akibat tertimpa batang pohon berukuran besar.
Di Playen, pohon jati patah menutup akses jalan kampung di Logandeng.
Pohon tumbang menutup ruas jalan Siono Tengah, tepat di timur Pasar Hewan. Sementara di jalur wisata Klampeyan, Tanjungsari, pohon akasia dan flamboyan roboh menutup akses jalan menuju kawasan selatan TPR Baron.
Penanganan darurat dilakukan oleh berbagai unsur, mulai dari BPBD, Damkar, SAR, Tagana, MDMC, Polres, Gardasigab, hingga masyarakat setempat melalui kerja bakti. Beberapa titik masih dalam proses pengondisian, terutama yang berkaitan dengan jaringan listrik demi menghindari risiko lanjutan.










