Liputan6.com, Tel Aviv – Israel menyatakan militernya berhasil mencegat rudal yang diluncurkan dari Yaman menuju wilayahnya pada Sabtu (28/3/2026) dini hari, menandai pertama kalinya Israel menghadapi serangan langsung dari Yaman.
Pemberontak Houthi, salah satu proksi Iran, mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, yang menimbulkan pertanyaan apakah kelompok pemberontak yang didukung Teheran akan kembali menargetkan pelayaran komersial yang melintasi koridor Laut Merah.
Sirene berbunyi di sekitar Beer Sheba dan wilayah dekat pusat penelitian nuklir utama Israel untuk ketiga kalinya dari Jumat (27/3) malam hingga Sabtu ketika Iran dan Hizbullah terus menembaki Israel sepanjang malam. Demikian seperti dikutip dari laporan Associated Press.
Serangan terhadap kapal selama perang Israel-Hamas telah mengacaukan pelayaran di Laut Merah, yang sebelumnya menjadi jalur perdagangan dengan nilai sekitar USD 1 triliun per tahun. Para pemberontak juga diketahui menembakkan drone ke arah Israel.
Brigjen Yahya Saree, juru bicara militer Houthi, mengeluarkan klaim tersebut dalam sebuah pernyataan pada Sabtu di televisi satelit Al-Masirah milik kelompok itu.
Saree mengatakan mereka menembakkan rentetan rudal balistik yang menargetkan apa yang ia gambarkan sebagai “lokasi militer sensitif Israel” di Israel selatan. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Saree memberi sinyal dalam pernyataan yang samar pada Jumat bahwa kelompoknya akan bergabung dalam perang yang mengejutkan kawasan dan mengguncang ekonomi global.

