Liputan6.com, Jakarta – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyoroti kenaikan harga plastik, yang membuat ongkos pengeluaran pedagang pasar hingga 20 persen. Lonjakan tersebut berpotensi membuat barang yang dijual ikut naik.
Ketua Umum DPP IKAPPI Abdullah Mansuri mengatakan, kenaikan harga plastik otomatis berdampak terhadap arus kas pedagang pasar yang masih mengandalkan kresek sebagai wadah.
“Soal lonjakan harga plastik yang berpengaruh terhadap pengeluaran itu berapa persen, untuk case plastik pada pedagang yang menggunakan plastik sebagai bahannya, kenaikannya hingga 20 persen pengeluarannya,” ujarnya kepada Liputan6.com, Selasa (7/4/2026).
Meskipun harga jual barang dagangannya naik imbas plastik, pemasukan yang diterima pedagang tidak serta merta bertambah. Lantaran pihak pedagang harus menanggung tambahan ongkos untuk pengadaan plastik.
Kendati begitu, harga plastik naik juga bisa diakali agar harga barang jualan tidak ikut terangkat. Mansuri memberi contoh, pedagang bisa saja tidak menaikan harga produk jualannya, namun mengurangi kuantitas.
“Itu membuat kita bisa menaikan harga jualnya, atau kita menahan tetapi mengurangi barang yang ada. Contoh, pedagang es buah akan mengurangi buahnya untuk mengakumulasikan harga plastiknya. Ini contoh aja ya,” ungkap dia.

