Liputan6.com, Jakarta – Harga pangan di Pasar Ciputat, Ciputat Timur alami kenaikan dalam dua bulan di tahun ini. Menurut Seorang pedagang bahan pangan, Aprelia Seftiani (20), faktor utama kenaikan harga adalah cuaca yang buruk, terutama di awal tahun.
“Harga (bahan pangan) mah udah pada naik sejak awal Januari, semenjak cuaca buruk dan berita bencana banjir itu” ujar Aprelia.
Bumbu dapur dan telur mengalami kenaikan yang signifikan. Biasanya telur dibanderol dengan harga Rp27.000 per kilonya, sekarang naik menjadi Rp31.000 per kilonya.
Walaupun begitu, Aprelia mengakui bahwa jumlah pembeli yang datang berada di frekuensi yang normal seperti hari biasa. artinya tidak terjadi pengurangan atau pertambahan pembeli meskipun harga naik akibat cuaca buruk.
Aprelia mengungkapkan bahwa bumbu-bumbu dapur mengalami kenaikan harga.
“Kalau cabai normal sih biasanya Rp45.000, sekarang rawit merah yang naik jadi Rp95.000 per kilo,” ujar Aprelia.
Selain cabai, bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan harga. Harga biasanya hanya berkisar Rp40.000-an, namun sekarang naik menjadi Rp50.000-an.
“Bawang merah sekarang harganya Rp55.000 yang tadinya Rp40.000-45.000 jadi Rp55.000” ungkap Aprelia.
Selain bumbu dapur, ayam dan ikan juga mengalami kenaikan namun ikan tidak begitu signifikan. Aprelia menjelaskan bahwa kenaikan harga ikan hanya berkisar Rp1000-2.000.
“Harga ayam yang biasanya R45.000-Rp48.000 jadi Rp52.000-Rp55.000 per 1 ekor. Ayam yang filet yang tadinya harganya Rp55.000 jadi Rp60.000.” katanya.
“Kalau harga ikan sih masih tetap paling naiknya cuma Rp1.000-Rp2.000 gitu, yang tadinya ikan lele Rp28.000 jadi Rp30.000 per kilo,” tambahnya.
Sedangkan rempah-rempah masih di harga normal.
Aprelia mengungkapkan bahwa kenaikan tersebut dipengaruhi oleh cuaca hujan ekstrem sejak akhir Desember 2025 hingga sekarang.










