Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah mempercepat langkah transisi energi dengan mengonversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), seiring melonjaknya harga minyak dunia.
Presiden Prabowo Subianto secara langsung menginstruksikan percepatan realisasi program tersebut agar segera dihitung dan dijalankan dalam waktu dekat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kebijakan ini menjadi salah satu respons pemerintah terhadap tekanan biaya energi yang semakin tinggi.
“Terkait dengan pembangkit listrik tenaga diesel, karena sekarang dengan harga minyak tinggi, Bapak Presiden mengarahkan agar ini segera direalisasikan dan dihitung untuk dikonversikan menjadi pembangkit listrik tenaga surya,” ujar Airlangga dikutip dari Antara, Kamis (19/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menugaskan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk menangani berbagai kendala yang berkaitan dengan konversi PLTD.
“Danantara diberi tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang PLTD tersebut,” kata Airlangga.
Langkah ini diharapkan mampu menekan ketergantungan terhadap energi berbasis fosil sekaligus meningkatkan efisiensi biaya pembangkitan listrik di tengah ketidakpastian global.

