Jakarta – Harga emas dunia menguat pada perdagangan Rabu, (9/9/2026). Kenaikan harga emas dunia didorong dolar Amerika Serikat (AS) bertahan. Di sisi lain serangan baru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta data inflasi yang akan datang menjaga fokus pasar pada prospek suku bunga. Lalu bagaimana harga emas perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas pada Rabu pekan ini?
Mengutip CNBC, harga emas spot naik 0,4% menjadi US$ 4.372,19 per ons pada pukul 02.30 GMT. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) turun 0,5% menjadi US$ 4.416.
Sementara itu, dolar AS melemah membuat logam yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.
“Di pasar emas, terjadi tarik-menarik dalam jangka pendek antara kubu bullish (yang memperkirakan kenaikan harga) dan bearish (yang memperkirakan penurunan harga). Kita mungkin akan melihat pergerakan seperti ini hingga akhir pekan, saat laporan CPI dirilis,” ujar Analis Senior OANDA, Kelvin Wong.
“Meskipun ekspektasi kebijakan hawkish the Fed membebani harga emas, tren lindung nilai terhadap pelemahan nilai mata uang dolar S dan kekhawatiran mengenai defisit fiskal tetap menjadi faktor pendukung harga,” ia menambahkan.
Pasar sedang menantikan data indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI) AS yang dijadwalkan rilis pada Kamis, diikuti oleh data indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) pada Jumat.










