Seorang guru SD atas nama Christiana Budiyati atau akrab disapa Bu Budi meminta maaf kepada anak dan orang tua yang melaporkannya ke polisi atas dugaan kasus kekerasan verbal di SD swasta daerah Pamulang, Tangerang Selatan.
“Terlapor meminta maaf kepada anak dan orang tua apabila membuat sedih, kecewa atas perbuatan dan perkataan Bu Budi selama ini,” tutur Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo, Kamis (29/1/2026).
“Tapi niatan saya untuk kebaikan anak,” lanjutnya menirukan perkataan Bu Budi.
Permohonan maaf Bu Budi disampaikan langsung ke orang tua dan anak pada Rabu, 28 Januari 2026 malam. Boy turut membenarkan adanya upaya mediasi untuk memperoleh Restorative Justice (RJ) atas kasus tersebut.
“Untuk saat ini pelapor memutuskan untuk tetap melajutkan Laporan Polisi yang sudah dilaporakan di Polres Tangerang Selatan. Pelapor akan menggunakan Hak Jawab kepada media,” jelas dia.
Meski upaya mediasi belum membuahkan hasil, pelapor mengaku masih membuka ruang Restorative Justice di kemudian hari. Adapun Boy memimpin langsung pertemuan dan mediasi tersebut, yang juga dihadiri terlapor dan pelapor, serta disaksikan KPAI, PPA dan juga Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan.
Sempat Ramai di Sosial Media
Seperti diketahui, diduga hanya menegur muridnya, seorang wali kelas di sekolah dasar swasta di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bernama Christiana Budiyati atau akrab disapa bu Budi, dipolisikan oleh orang tua murid yang ditegurnya.
Kejadian ini pun viral di media sosial setelah petisi dengan judul “Keadilan Untuk Seorang Guru” ramai usai diunggah oleh @dinogabrl dalam bio Instagramnya.
Ibu Budi dilaporkan atas dugaan kekerasan verbal terhadap murid. Laporan pun sudah diterima polisi pada 12 Desember 2025, kemudian sudah ada pemeriksaan saksi dan juga olah TKP, hingga akhirnya diupayakan restoratif justice.









