
Grab resmi mengakuisisi perusahaan fintech asal AS, Stash Financial, senilai US$425 juta (Rp 7,1 triliun). Akuisisi ini menargetkan penguatan keahlian Grab di layanan keuangan digital, termasuk aplikasi investasi berbasis AI milik Stash.
Grab akan membayar 50,1% saat penutupan transaksi dan sisanya dalam tiga tahun ke depan, melalui kombinasi uang tunai dan saham. Stash tetap menjadi entitas independen, dipimpin tim yang sama termasuk CEO Brandon Krieg dan Ed Robinson.
CEO Grab, Anthony Tan, menegaskan langkah ini mendukung misi mendemokratisasi layanan keuangan, meski fokus operasional Grab tetap di Asia Tenggara. Krieg menambahkan, akuisisi ini memperkuat pertumbuhan Stash di AS dan memanfaatkan sumber daya Grab untuk memperluas layanan panduan keuangan personalized berbasis AI bagi jutaan orang.
Transaksi diperkirakan rampung pada kuartal III 2026, mengikuti regulasi yang berlaku.


