Gary Neville meminta Manchester United tidak mempermanenkan Michael Carrick, apapun hasilnya di akhir musim. Sebab, cuma Carlo Ancelotti yang dianggap cocok menangani tim.
Carrick ditunjuk sebagai manajer interim MU sampai akhir musim, setelah pemecatan Ruben Amorim pekan lalu. Carrick diharapkan bisa membangkitkan performa MU yang jeblok sedari awal musim.
Sebelum ini Carrick pernah sekali jadi manajer interim saat Ole Gunnar Solskjaer dipecat empat tahun lalu. Saat itu Carrick membawa MU menang dua kali dan seri sekali.
Kini publik menunggu seperti apa kinerja Carrick untuk lima bulan ke depan. Jika berhasil membawa MU lolos ke Liga Champions, bukan tak mungkin Carrick bakal dipertahankan.
Namun, menurut mantan rekan setim Carrick, Neville, MU butuh sosok manajer bertangan dingin dan disegani para pemain agar bisa membentuk lingkungan yang kondusif.
Sebab sudah banyak sosok yang mahir dalam meramu taktik coba menangani MU, tapi tidak bisa menguasai ruang ganti. Oleh karenanya, sosok seperti Ancelotti dianggap paling pas untuk jadi manajer MU selanjutnya.
“Jujur, saya sih lebih menunggu akhir musim ketika ada kandidat lain seperti Pochettino, Tuchel, dan Ancelotti,” ujar Neville seperti dilansir ESPN.
“Saya sih maunya Ancelotti. Alasanya adalah karena dia sudah 66 tahun, dia mungkin lagi mendapat pekerjaan terbaik di duunia saat ini. Dia mungkin masih punya satu keinginan terakhir melatih klub,” sambungnya
“Jika ada satu sosok yang punya kesabaran, ketenangan, pengalaman Premier League, dialah orangnya.”

