Site icon Info Bet Gratis – Main Zeus Gacor

Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng

Jakarta – Pemerintah melalui Perum Bulog bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang terjadi di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mendistribusikan bantuan untuk masyarakat terdampak. Bulog mendistribusikan bantuan 10 ton beras dan 1.000 liter minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setiap kabupaten yang terdampak gempa NTT.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menuturkan, bantuan berupa beras dan minyak goreng disiapkan sebagai bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dalam kondisi darurat.

“Sebagai bagian dari respons cepat tersebut, setiap kabupaten yang terdampak gempa akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 ton dan minyak goreng sebanyak 1.000 liter,” ujar Rizal dikutip dari Antara, Minggu (16/8/2026).

Bantuan disalurkan melalui Gudang Bulog Danga, yaitu unit fasilitas penyimpanan cadangan pangan milik Perum Bulog yang terletak di Kabupaten Nagekeo, NTT.

Penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah terdampak.

Pada tahap awal, Bulog telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 1 ton ke Kabupaten Manggarai dan 500 kilogram ke Kabupaten Nagekeo. Bantuan tersebut merupakan langkah awal dalam rangka memastikan masyarakat terdampak dapat segera memperoleh dukungan pangan.

Rizal menegaskan kesiapan Bulog untuk bergerak cepat mendukung pemerintah dalam penanganan dampak bencana di wilayah NTT. Bantuan beras dan minyak goreng akan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Yang terpenting, masyarakat yang terdampak dapat segera merasakan kehadiran pemerintah dan mendapatkan akses terhadap kebutuhan pangan,” ujar Rizal.

Bulog akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mempercepat penyaluran bantuan ke wilayah terdampak lainnya. Proses distribusi akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aksesibilitas wilayah, kondisi masyarakat, serta perkembangan situasi usai bencana.

Exit mobile version