Liputan6.com, Jakarta – Gempa magnitudo 3,8 mengguncang Flores Timur, NTT pada Kamis (9/4/2026) pagi. Data terbaru pascagempa, korban luka sebanyak 16 orang. Dari 16 warga terluka dan empat di antaranya mengalami luka berat.
“Korban luka di Lamahala 6 orang dan Terong 10, totalnya 16,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Flores Timur, Ogi Silimalar.
Selain korban luka, puluhan rumah warga di dua desa yakni Desa Terong dan Desa Lamahala dilaporkan mengalami kerusakan. Menurutnya, semua korban luka tersebut akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah yang ambruk saat gempa berkekuatan 3,8 magnitudo mengguncang wilayah itu.
“Ada empat yang luka berat dan sudah ditangani tim medis Puskesmas Waiwerang di lokasi,” katanya.
Terpisah, Bupati Flores Timur, Anton Doni mengatakan pemerintah memberlakukan tanggap darurat dengan membangun posko dan dapur umum menghadapi bencana tersebut.
“Tanggap darurat mulai hari ini 9 April 2026,” ujarnya.
BPBD Flores Timur langsung melakukan asesmen dan distribusi logistik darurat kepada korban terdampak di Pulau Adonara. Penanganan gempa ini beririsan dengan masa tanggap darurat akibat cuaca ekstrem dan banjir lahar yang ditetapkan 11 Desember hingga 30 April 2026.

