Bandara Internasional Juanda di Siduarjo, Jawa Timur (Jatim) mulai mendukung penggunaan transportasi ramah lingkungan melalui kerja sama dengan perusahaan bisnis yang merintis (startup) dalam penyediaan jasa transportasi atau taksi mobil listrik Evista.
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir menjelaskan, penggunaan mobil listrik yang berada di wilayah Bandara Juanda dinilai sesuai dengan program pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.
“Hal ini merupakan langkah perlahan Bandara Internasional Juanda untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi produksi gas karbon di wilayah kerja kami,” kata Tohir dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2026).
Tohir juga menjelaskan, Bandara Internasional Juanda tersebut akan terus melakukan sejumlah inovasi untuk mendukung terciptanya lingkungan bandara yang ramah terhadap lingkungan dan berkelanjutan.
Tidak hanya itu, Tohir juga menyampaikan, kehadiran jasa transportasi tersebut untuk memperkuat layanan bagi penumpang yang tiba di bandara, terkait dengan memberikan pilihan alternatif yang ramah terhadap lingkungan untuk sarana transportasi.
Tohir juga menilai adanya layanan elas premiun dari Evista menggunakan mobil listrik BYD Denza D9 dapat membantu permintaan pelanggan atas layanan eksklusif bagi penumpang premium.
“Evista juga dapat mengakomodasi permintaan transportasi premium yang ramah lingkungan,” terang Tohir.
Komitmen Berikan Kenyamanan Transportasi Sesuai Jadwal Bandara
Selain itu, CEO Evista Erlang Hadiwiguna menjelaskan juga bahwa kehadiran jasa transportasi yang berada di Bandara Internasional Juanda merupakan langkah yang strategis perusahaan dalam membantu para pengguna jasa bandara terbesar ketiga di Indonesia.
“Pada saat ini seluruh Evista yang siap melayani pada penumpang dari Bandara Juanda dengan jumlah sekitar 15 unit, dengan rincian sepuluh mobil listrik BYD M6 serta lima unit dari BYD Denza D9 untuk kelas Elit atau layanan premium yang diberikan kepada pengguna,” terang dia.
“Kami siap memberikan layanan mobilitas bandara yang nyaman dan ramah lingkungan, dengan jam operasional setiap hari sesuai jam operasional bandara yakni sejak penerbangan pertama hingga penerbangan terakhir setiap harinya,” jelas Erlang.

